Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

"Silakan menggunakan lift ini langsung menuju ke lantai 5 pak"
Bapak petugas keamanan mengarahkan kami ke lift di sisi kanan tepat di depan Anantara Resort. Lift melaju cukup cepat hanya memberi kami kesempatan sekilas menikmati bibir pantai Seminyak yang tertinggal di bawah kami. Pintu lift terbuka di arah berlawanan, seorang wanita cantik berbalut busana hitam pendek dengan senyum manisnya menyapa kami.
Moonlite Kitchen & Bar

Baca selengkapnya »


Saya termasuk orang yang tidak terlalu rewel untuk urusan makan ataupun tidur saat sedang traveling. Untuk makan, kering tanpa sayuran berkuah pun jadi. Jika sajian kurang membuat saya berselera pun pasti akan tetap saya makan walaupun porsinya setengah dari yang biasa saya ambil. Saya menyiasati dengan membawa cemilan yang sedikit berlimpah untuk mengatasi rasa lapar. Saat tidur, paling-paling hanya di awal saya butuh menyesuaikan dengan kondisi ruangan yang kurang sesuai dengan 'standar' saya. Syarat saya hanya satu, jauhkan saya dari tembok, karena tanpa sadar saya senang "nyempil" di tembok macam tokek raksaksa. Jadi saat harus menginap di homestay yang temboknya (maaf) sedikit kurang bersih atau berjamur, jauhkan saya dari godaan nempel tembok.

Hal penting dalam perjalanan, kamar mandi nyaman untuk poop

Baca selengkapnya »



Bali sedikit berawan menjelang senja. Hanya gumpalan awan kelabu yang menemani perjalanan saya menuju Vasanti Kuta. Hotel baru di jalan Wanasegara yang berjarak hanya 10 menit dari bandara Ngurah Rai. Kemacetan di Bali yang semakin menjadi, membuat saya tersendat cukup lama sesaat setelah keluar bandara namun tetap saja melihat bangunan-bangunan bergaya Bali membuat saya lupa akan kemacetan. Bali dengan segala isinya, baik buruknya selalu punya tempat di hati saya. 20 menit berselang, saya tiba di pelataran parkir Vasanti Kuta. Saat itu sudah hampir gelap, saat lampu-lampu kuning berpendar hangat dari dalam bangunan setinggi 6 lantai. 
Vasanti Kuta

Baca selengkapnya »



Lelah teramat sangat yang merengkuh tubuh. Sejak pukul 7 kami beranjak meniti jalan saat mungkin sebagian penghuni ibukota masih menggeliat malas di peraduannya. Entah sudah berapa kali kami saling melempar tanya "dimana gerangan sang curug". Saat matahari tepat berada di atas kepala, kami rasakan euphoria kami hampir menguap sepenuhnya. Terakhir kali kami melihat peta di gawai kami, tertulis masih 4 jam untuk sampai ketujuan. Sudahlah, nikmati saja sisa perjalanan kami.
Curug Citambur


Baca selengkapnya »



Entah sudah berapa lama saya tidak menginjakkan kaki di wilayah Mangga Dua. Selain karena macet luar biasa, letaknya yang dekat pantai menjadikan Mangga Dua terasa lebih panas dibanding wilayah lainnya di Jakarta tanpa bermaksud menomorduakan Planet Bekasi. Walaupun begitu, Mangga Dua masih menjadi primadona belanja bagi warga Jakarta, bahkan luar kota dan luar negeri terlebih saat menjelang hari raya karena pusat perbelanjaan di Mangga Dua bisa menawarkan harga yang ramah kantong apalagi jika kita pandai bernegosiasi (check di toko sebelah kalau tidak percaya). Tingginya antusias penggila belanja ke wilayah ini berimbas pada menjamurnya hotel-hotel di kawasan Mangga Dua. Saat saya mencari nama hotel di salah satu mall, Mangga Dua Square saja tercatat ada 5 hotel dalam 1 kompleks pusat belanja.
Ibis Styles Jakarta Mangga Dua

Baca selengkapnya »


Traveling itu menyenangkan, tapi tidak menyenangkan saat menyusun rencana perjalanan yang akan melibatkan banyak kepala, minimal bagi saya sendiri. Saya agak kurang sabar dan ikhlas mendengarkan keluh kesah peserta trip walaupun itu teman saya sendiri. Jika ada 5 teman yang ingin ikut traveling, berarti akan ada 5 kepentingan dan kemauan yang harus diakomodasi. Biasanya saya dengan sukacita menyerahkan tugas awal ini kepada yang lain karena saya tahu sulitnya dan butuh segudang sabar menghadapi beberapa kepala.
 
Traveling lebih indah dengan teman-teman yang saling menghargai

Baca selengkapnya »