Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kuliner!!! Wajib hukumnya kalau saya dan teman-teman sedang mbolang kemanapun. Umumnya yang menjadi tujuan utama kami adalah warung ataupun penjaja tradisional. Karena menurut kami, semakin sederhana justru memiliki rasa yang lebih otentik. Namun terkadang, resto-resto berkelas menarik pula untuk disinggahi. Kelebihannya? Selain rasa yang telah disesuaikan agar dapat dinikmati oleh khalayak yang lebih luas, tampilan makanan yang lebih cantik untuk dipamerkan pada teman-teman di social media terakhir tentunya tempat yang nyaman dan menarik untuk diabadikan. 
 
Octagon Grill & Bar

Baca selengkapnya »


Rasa penasaranlah yang membuat saya melangkah menuju bangunan merah menyala di tepi jalan tol Bali Mandara. Kerap kali bangunan ini menyita perhatian saya namun kadang pelatarannya yang sepi membuat saya mengurungkan niat untuk menyambangi bangunan megah ini. Belum lagi pacu pesat kendaraan sesaat memasuki gerbang tol kadang membuyarkan penasaran saya. Tak ayal saya hanya memandang dari jendela kendaraan menjauh darinya. Kali ketiga saya disapa naga-naga yang meliuk indah di atap bangunan. Saya mengenyahkan lalu lalang kendaraan. Tidak...kali ini...Saya harus menyambanginya!
 
Wihara Satya Dharma

Baca selengkapnya »


Beberapa kali kami harus melambatkan laju kendaraan karena longsor di beberapa ruas jalan. Akses menuju tugu 0 kilometer, Sabang terbilang sudah sangat baik dengan jalan beraspal, namun kadang hujan lebat mengakibatkan longsor di beberapa titik jalan. Saat itu, perbaikan jalan sedang berlangsung sehingga menyisakan satu ruas jalan aktif untuk dilalui.
 
Tugu 0 Kilometer Indonesia di Sabang

Baca selengkapnya »



Pukul 8 pagi saat Aceh mulai menggeliat di Minggu pagi. Di pesisir Lampuuk, seorang bapak mengucap salam kepada keluarganya. Dia berjalan menyusur tepi pantai menuju perahu kayunya. Bersiap mencari tambahan hasil jaring di jermal tak jauh dari bibir pantai. Para ibu bergegas menuju pasar ikan di Ulee lheue sambil memutar otak "masak apa saya hari ini untuk buah hatiku" Jalanan mulai dipadati hilir mudik warga saat bumi berguncang hebat. Gempa dengan kekuatan hebat meluruhkan beberapa bangunan di Aceh. Belum reda rasa panik, dentum menyerupai meriam terdengar jauh di tengah lautan. Kala itu bunyi letupan senjata memang tak asing bagi warga saat terjadi pergolakan di Serambi Mekkah. Warga di pesisir pantai berlomba memunguti ikan yang menggelepar saat air laut surut jauh ketengah samudera. Tak ada tanya di benak mereka, apa gerangan yang terjadi.
Museum Tsunami Aceh


Baca selengkapnya »



Teriakan Allahu Akbar berkali-kali berkumandang bercampur kalut saat saya menatap layar kaca di hari Minggu pagi. Rekaman video amatir yang diputar berulang kali menggambarkan betapa dahsyatnya sapu gelombang yang tumpah menggenangi Serambi Mekkah. Minggu pagi yang tenang sehari selepas Natal seketika menjadi pagi yang mencekam. Saya berada jauh di Ibukota saat masyarakat Aceh luluh lantak tersapu gelombang tsunami namun teriakan Allah maha besar yang bersahutan dengan jerit dan tangis ketakutan yang tergambar di layar kaca mampu menggiring saya merasakan duka dan putus asa di sana.
Pesisir Pantai Lhoknga dengan ombak besarnya


Baca selengkapnya »


"Silakan menggunakan lift ini langsung menuju ke lantai 5 pak"
Bapak petugas keamanan mengarahkan kami ke lift di sisi kanan tepat di depan Anantara Resort. Lift melaju cukup cepat hanya memberi kami kesempatan sekilas menikmati bibir pantai Seminyak yang tertinggal di bawah kami. Pintu lift terbuka di arah berlawanan, seorang wanita cantik berbalut busana hitam pendek dengan senyum manisnya menyapa kami.
Moonlite Kitchen & Bar

Baca selengkapnya »