Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Apalah artinya traveling tanpa dokumentasi. Dulu saat awal-awal melakukan perjalanan saya hanya terfokus pada landscape. Melihat batang pohon teronggok di atas pasir putih saja bisa saya abadikan, bagus tidaknya, yang penting saya jeprat-jepret. Berkembang dengan menjajal kemampuan menangkap kehidupan masyarakat lokal yang sepertinya kurang sreg di hati, saya lebih menikmati berbincang, tertawa bersama, dan menggali informasi tanpa harus diricuhi bidik kamera karena tak semua orang nyaman difoto. Belakangan saya mulai mencoba menangkap kelezatan kuliner nusantara. Memang cukup menarik, terlebih saat harus mengabadikan kuliner nusantara yang kadang terlihat "berantakan" namun bagaimana caranya agar kuliner tersebut terlihat menggoda. 


Baca selengkapnya »


Belakangan ini aplikasi angkutan online memang sedang naik daun di beberapa kota besar di Indonesia karena terbukti sangat efektif dan efisien. Pelayanan yang baik serta harga yang jauh lebih murah dari angkutan konvensional tentunya menjadi daya tarik besar untuk pengguna jasa angkutan umum. Saya sendiri, genap 1 tahun menggunakan aplikasi UBER untuk membantu mobilisasi saya.


Baca selengkapnya »


Melancong kesana kemari memang menyenangkan. Entah berapa langkah seraya menimang beban di punggung, hinggap dari satu kendaraan ke kendaraan lain, menahan lapar di jalan tak berujung, lelap berdesakkan dipeluk dingin udara malam. Namun saat jenuh melanda, saya ingin merasakan rehat yang sebenarnya tanpa memaksa tubuh berpeluh, saya rindu sejuk pendingin ruangan, pelukan kasur dan selimut putih nan harum.
Ivory by Ayola

Baca selengkapnya »


Wajah-wajah berpeluh menepi mencari sandaran. Mereka bersandar sekenanya di tepian tangga tak mempedulikan kehadiran monyet-monyet berekor panjang. Saya yakin jika dalam kondisi segar, mereka pasti akan berteriak sambil beringsut menjauh. Lain ceritanya kali ini, mereka sudah terlalu lelah untuk berteriak dan memang monyet-monyet itu cukup mengerti untuk tidak menganggu. 
 
Lord Murugan setinggi 43 Meter

Baca selengkapnya »


Kami bergegas turun dari kendaran setelah hampir 3 kali mondar-mandir di Jalan Raya Ubud yang sesak disinggahi barisan roda empat. Padahal sudah 2 kali kami melintasi akses masuk menuju Bukit Campuhan namun kami abaikan. Setelah mendapat penjelasan dari seorang Bapak, berseberangan dengan museum Antonio Blanco, tepat di sebelah Iboh Warwick Inn, kami mendapati jalan kecil menurun menuju Bukit Campuhan.
 
Bukit Campuhan/Campuhan Ridge Walk

Baca selengkapnya »


Liburan kini bukan lagi jadi kebutuhan tersier untuk penggiat di Ibukota. Liburan sudah naik kelas menjadi kebutuhan utama untuk melepaskan diri dari penat pekerjaan dan hiruk pikuk Ibukota. Dulu mungkin hanya segelintir orang yang bisa merasakan weekend getaway, ngebolang entah kemana setiap akhir pekan. Kini sudah layak dan sepantasnya kita berterima kasih dengan kehadiran salah satu moda untuk traveling murah yaitu opentrip.

Jalan-Jalan Jeprat-Jepret

Baca selengkapnya »