JOURNEY TO THE EAST : MOJOKERTO (6th stop)

By Ang Leonard Anthony - 13.40

Mojokerto, Kota tujuan kita setelah dalam 3 hari selalu pindah2 kota. Boleh dibilang dikota ini, kita udah cooling down *hallaahh. Semua lokasi wisata yang perlu extra tenaga udah kita datengin, jadi disini (Mojokerto) kembali ke ritual anak kota yang turun naik mobil, bukan turun naik gunug lagi hehe.


Mojokerto
Tujuan pertama kita di kota Mojokerto yaitu tempat pemandian Jolotundo, letaknya di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, gampang koq kesini, udah banyak penunjuk jalannya. Jalannnya agak sempit dan berkelok2 karena letak pemandian ini dikaki gunung Penanggungan. Situs peninggalan Majapahit ini katanya punya air dengan kandungan mineral terbaik di dunia, bisa buat nyembuhin penyakit n bikin awet muda (thank God sempet cuci muka disana hihihi)



Pemandian Jolotundo
Untuk ke lokasi pemandian, dari tempat parkir ga jauh, jalan sebentar langsung sampe. Berhubung kita sampe sana udah mendekati maghrib, aura spookynya berasa banget, udah gitu ada beberpa orang lagi ritual disana....hmmm percaya ga percaya sih kalo masalah gini2an tinggal tergantung pribadi masing2 lah.


Pemandian Jolotundo 2
Pemandian Jolotundo 3
Bentuk pemandiannya cukup besar, dengan undakan batu mirip altar besar ditengah, trus dikanan kiri ada kolam kecil untuk pria dan wanita, katanya dulu tempat pemandian Raja Udayana dan Istrinya. Dibagian tengah banyak ikan2, biasanya nih kalo ditempat2 keramat gini kan ikannya juga ga jelas ya ikan beneran apa ikan jelmaan hehe.

Hari ke-2 di Mojokerto, cuaca agak ga bersahabat, dari pagi udah gerimis dan mendung. Tujuan kita hari ini ke wilayah Trowulan, dibagian barat Mojokerto. Konon katanya Trowulan ini dulunya wilayah kerajaan Majapahit, makanya diwilayah ini juga banyak banget situs2 peninggalan sejarah, mungkin nih kalo area ini di keruk, masih banyak ditemukan candi2 lainnya.
4 lokasi yang kita datengin yaitu, Candi Brahu, Bajang Ratu, Candi Tikus yang terakhir Wihara Majapahit. 

Candi Brahu adalah candi yang terletak di Desa Bejijong. Candi Brahu dulu merupakan tempat krematorium para raja.


Candi Brahu
Candi Brahu 2
Gapura Bajang Ratu Bajang terletak di Desa Temon. Gapura ini diberi nama Bajang Ratu yang berarti raja kecil dalam bahasa Jawa, karena waktu Raja Jayanegara (Raja ke 2 kerajaan Majapahit) menjabat sebagai raja, beliau masih muda.


Gapura Bajang Ratu


Gapura Bajang Ratu 2
Candi Tikus berada di Desa Temo, deket dari Gapura Bajang Ratu. Dulu candi ini digunakan untuk tempat mandi puteri raja untuk menyucikan diri. Kenapa namanya gak keren kaya yang lain, karena waktu candi ini ditemukan, katanya terpendam di dalam sawah dan dihuni oleh tikus2, jadilah namanya Candi Tikus.


Candi Tikus
Candi Tikus 2
Semua bangunan peninggalan sejarah ini masih terawat dengan baik, lengkap dengan taman2 yang dirawat. Semuanya terbuat dari susunan bata merah, keren yah orang jaman dulu bisa bikin bangunan bertingkat dengan tingkat kerumitan tinggi, orang jaman sekarang aja kalo bangun rumah jadinya minimalis hehehe.

Terakhir dari Mojokerto adalah Maha Vihara Majapahit . Vihara ini menyembah dewa-dewi khas Majapahit. Disini ada juga patung Buddha tidur yang sangat terkenal dan katanya ketiga terbesar di Asia. Cukup bangga yah Indonesia punya patung Budha tidur besar, yang biasanya orang liat di Thailand.


Budha Tidur
Budha Tidur Mojokerto
Cukup sekian pelajaran sejarah dan napak tilas jejak kerajaan Majapahit hehe. Bersyukur deh kita punya nenek moyang yang hebat bahkan sakti, dibanding negerinya Uncle Sam, nenek moyangnya kan budak hehehe. 


Thats Me Again

  • Share:

You Might Also Like

2 comments