BERHARAP SUNSET DI PULAU HARAPAN day 1 (21-22 JUNI 2014)

By Ang Leonard Anthony - 09.26

Pulau Seribu, gugusan pulau yang masih masuk wilayah Jakarta ini, beberapa tahun belakangan jadi salah satu tujuan wisata yang hits banget. Mau yang jaraknya dekat (tidur aja gak sempat) seperti Pulau Bidadari, Onrust, Kelor, Cipir, Untung Jawa, Rambut dan masih banyak lagi sampai yang jaraknya jauh (udah tidur-bangun-tidur lagi kagak sampe-sampe) seperti Pantara, Sepa, Putri, Macan atau Harapan. Jauh dekat pulau, masing-masing pasti punya plus minus sendiri-sendiri, salah satunya, semakin jauh pulau dari Kota Jakarta harapannya lautnya semakin bersih. Akhirnya Kami memutuskan untuk ke Pulau Harapan dengan 3 jam perjalanan dari Muara Angke.

Senja Pulau Harapan
Setelah duduk tanpa gerak selama 3 jam karena perahu yang penuh (b*kong rasanya digandulin karung beras), sedikit mabok bukan karena mabok laut, tapi bau keringet ratusan orang yang bercampur dan panasnya udara. Begitu nahkoda merapat di dermaga Pulau harapan, rasanya langsung ingin keluar perahu tarik nafas dalam-dalam menghirup udara segar. Sayangnya tetap saja bau keringet, karena pengunjung yang membludak T_T

Di dermaga Harapan, kami sudah di jemput oleh Mas Ilyas, guide kami selama di sana. Sekedar Info, kami menggunakan paket perjalanan dari Simpink Travel (CP Mas Ferdi, pin BB 7D797FCA) Dengan harga yang ramah kantong, paket lengkap dan guesthouse 2 kamar full AC, Simpink ini cukup recommended untuk "mengasuh" kita selama 2 hari di sana. Yang kurang dari 2 pulau ini adalah, mereka tidak punya pantai landai berpasir (seperti Tidung) jadi di 2 pulau ini kita tidak bisa guling-guling di pasir.

Dermaga Pulau Kelapa
Guest House kami adanya di Pulau Kelapa, dari Harapan harus jalan kaki sekitar 10 menit, 2 pulau ini tadinya terpisah, cuma karena jarak yang dekat, akhirnya dibuatkan jembatan penghubung 2 pulau ini. Secara kondisi, pulau Kelapa ini tidak seramai Harapan (lebih cocok untuk beristirahat malam), karena dermaga utama tetep ada di Harapan, kecuali kita naik speedboat dari Marina, baru bisa bersandar di dermaga pulau Kelapa.

Dermaga Pulau Kelapa 2
Selesai Makan, istirahat, tidur-tidur sebentar, jam 13.00 kami mulai paket wisata kami. Namanya di pulau apalagi kalo bukan Island Hopping. Air mineral, snorkler, google, fin, pelampung sampai kamera underwater, semua sudah disiapkan sama Mas Ilyas. Pokoknya tinggal bawa badan dan siap gosong.

Pulau Kayu Angin
Snorkling Time
Pulau  1 (Kayu Angin) dan ke 2 (Macan) adalah spot untuk snorkling. Kami tidak bisa merapat ke 2 pulau ini, karena sudah dimiliki oleh pribadi (private island) Jadilah kami semua harus nyemplung ditengah laut dengan kedalaman 10-15 meter. Biota lautnya lumayan bagus, walaupun lebih berwarna dan beragam di spot ke 2, tapi secara keseluruhan kondisinya masih bagus. Inget yaaa jangan injak terumbu karangnya, baik yang hard atau soft coral. Mereka butuh waktu puluhan tahun untuk tumbuh, rata-rata dalam 1 tahun tumbuhnya paling hanya 1 cm, kebayang kan kalo terinjak sama kita yang sebesar kudanil terus patahannya sepanjang 10 cm, butuh waktu 10 tahun untuk bisa pulih seperti semula, itupun kalau tidak diinjak-injak sama bayi kudanil yang lain.

Biota Laut
Snorkling (in Frame : Via)
Terumbu
Terumbu 2
Selesai Snorkling , kami menuju pulau ke 3, namanya pulau Dolphin. Tidak tau kenapa di namakan pulau Dolphin, apa mungkin dulu pernah banyak lumba-lumba disini? Pulau ini termasuk pulau kecil dan tidak semua bagian pulau bisa di explore, karena bagian landai berpasirnya hanya di 1 sisi pulau, sisanya bibir pantai yang terpagarkan batu untuk sandaran perahu. Seharusnya kami menghabiskan waktu sore, sambil menunggu sunset di pulau ini. Jangankan  sunset,mau lihat pasir saja susah di pulau ini. Isinya orang semua (masih bagus sih orang, bukan dedemit). Ramainya hampir menyerupai Mall di Jakarta kalau lagi ada Midnite Sale T_T. Yang lucu di sini ada 1 warung kecil menjual mie instan, bayangkan orang habis snorkling sana sini, capai, lapar, butuh yang hangat, mie kuah juara banget. Alhasil 1 pulau teriak semua minta dibikinkan Mie, kami yang persediaan lemaknya cukup banyak akhirnya mengalah saja meninggalkan mie kuah yang tidak kunjung datang.

Satu-Satunya Sisi Kosong Pulau Dolphin
Harapan kami sebenarnya adalah melihat sunset, karena beberapa kali kami liburan selalu gagal mendapatkan momen tersebut. Gagal sunset di Dolphin, kami minta segera di antar pulang ke Pulau Kelapa, masih berharap kami bisa sunset-an di sana. Sayangnya pulau Kelapa ini posisinya ada di Timur, jadi kami harus ke Harapan untuk mengejar sunset

Sunset Saat Perjalanan Menuju Pulau Harapan
Aktivitas Warga Pulau Harapan
Senja di Sudut Harapan
Anak Pantai
Pulang
PS. Maaf foto sunsetnya agak banyak, karena terlalu excited setelah sekian lama melewatkan momen sunset :p

Sunset di Harapan ternyata tidak kalah indah, nongkrong-in matahari tenggelam sambil lihat hilir mudik warga setempat dan wisatawan pulang snorkling dengan kulit gosong ternyata cukup membuat saya tidak mau cepat pulang dari Harapan. Yang jelas sore itu saya senyum puas karena akhirnya saya bisa melihat moment sunset :). Sesuai dengan harapan kami di Pulau Harapan.

Adventure is Out There

SIMPINK TRAVEL
Telp. 021-99707445
Telp. 08777 2110 999
BBM 7D797FCA
Whatsapp. 08777 2110 999

  • Share:

You Might Also Like

6 comments

  1. Keren yaa foto nya, ini pake camera yg itu ????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hooh camera itu, enak bener dah, ringkes, hasilnya top.

      Hapus
  2. aawww ada akuuuhh...

    ayo masukin yang edisi derawan koh

    BalasHapus
    Balasan
    1. edisi derawan nunggu edisi medan dulu dong

      Hapus