LOST IN TANAH BATAK (SAMOSIR DAY 2, 21-25 AGUSTUS 2014)

By Ang Leonard Anthony - 16.41

DAY 2

Gereja Indah di Samosir
Hari ke 2 di Samosir kami hanya punya sedikit waktu untuk menjelajahi pulau ini karena kami mengejar penyebrangan kembali ke Ajibata pada pukul 09.30. Tepat jam 6 pagi, saya berkeliling di sekitar hotel. Hotel tempat kami menginap memiliki pelataran langsung berbatasan dengan danau Toba. Entah berapa kedalamannya, karena dipinggirnya saja, saya sudah tidak bisa melihat kedasarnya. Seperti biasa, jika berada di dataran tinggi kami tidak bisa berharap terlalu banyak mendapatkan momen sunrise. 
 
Panorama Danau Toba
Renang di Danau Toba
View Danau Toba
Pagi itu sedikit mendung, kekecewaan akan cuaca itu bisa digantikan dengan tenangnya pagi, menatap danau Toba yang tenang plus kicauan burung. (ala-ala dongeng Cinderella tapi ini benar terjadi :p).

Pagi Samosir
Samosir Villa Resort
Samosir Villa Pool
Jam 7 kami beranjak keluar dari hotel. Awalnya kami memutuskan untuk mengeksplor ke wilayah Selatan, tetapi karena jalannya semakin lama semakin hancur, kami memutuskan untuk kembali ke wilayah Utara. Karena waktu yang tidak banyak, kami hanya mencari spot-spot indah di pulau Samosir.

Samosir
Sore kemarin kami terburu waktu untuk mengunjungi beberapa lokasi seperti objek wisata budaya batu kursi RajaSiallagan dan Museum Batak, sehingga kami tidak sempat menikmati indahnya Samosir. Ternyata pulau kecil ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah. Karena mayoritas penduduk adalah Nasrani, jangan heran jika dalam setiap 300-500 meter terdapat Gereja. Dari yang bentuknya megah, sampai yang sederhana berupa rumah kecil. 1 kesamaannya, semua berlatarkan pemandangan berbukit hijau yang indah. Beberapa lokasi bahkan terlihat tidak seperti di Indonesia. Ada Gereja yang berdiri di tengah ladang jagung, disisi lain ada Gereja dengan latar belakang hutan pinus .

Gereja 1
Gereja 2

Spot menarik lainnya adalah adanya air terjun tepat di tengah pulau Samosir. Jika cuaca cukup baik, saat kita menyebrang menuju pulau Samosir, kita dapat melihat air terjun ini membelah bukit hijau. Menurut info yang kami dapat dari karyawan hotel, belum ada akses memadai untuk menikmati air terjun ini dari dekat. Nama air terjun ini adalah air terjun Cinta. Jangan mengharap adanya telaga Rangga. Karena penamaan air terjun Cinta ini bukan terinspirasi dari drama AADC. Dalam keadaan tidak berkabut, tebing disekeliling air terjun membentuk cerukan yang menyerupai bentuk hati, itulah kenapa dinamakan air terjun Cinta. 


Alam Samosir
Air Terjun CInta
Jam 9, kami standby di Pelabuhan Tomok untuk kembali ke Ajibata, sekedar saran untuk yang mau melakukan penyebrangan, jangan sampai tertinggal jadwal penyebrangan, karena kita harus menunggu rute selanjutnya dengan jeda hampir 3 jam. Daripada kita membuang waktu, lebih baik datang 30 menit lebih awal untuk mengantri di loket. Untuk penyebrangan fery yang bisa mengangkut kendaraan sekaligus hanya ada di Ajibata ini, untuk pelabuhan Tiga Raja hanya khusus penumpang, yang jelas rute penyebrangan disini lebih banyak dan lebih cepat karena kapalnya tidak sebesar Fery Toba.

Jadwal Penyebrangan Ajibata-Tomok
 Jujur saya cukup bangga bisa mengunjungi Samosir, selain viewnya yang super indah, ternyata banyak juga teman-teman berdarah Batak yang tercengang "ngapain lu ke Samosir, gw aja belum pernah" dan memang, sewaktu saya di sana, mayoritas pengunjung adalah wisatawan asing, dari Malaysia, Singapur, Jepang atau negara-negara Eropa. 

Adventure is Out There
Selamat tinggal Samosir, maaf waktuku tak banyak untuk mengeksplor ke indahan-mu.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments