BERJIBAKU DI GUNUNG LEMBU

By Ang Leonard Anthony - 15.52

Pernah terpikir untuk menatap waduk Jatiluhur dari ketinggian? Selama ini memang tidak pernah terlintas ada dataran tinggi di sekitar waduk dengan pemandangan hampir 180 derajat. Nyatanya di sekitar waduk terdapat beberapa gunung yang bisa di daki dengan view langsung menghadap ke waduk Jatiluhur ini. Yang bisa kami petakan di sisi Purwakarta adalah Gunung Bongkok, Parang dan Lembu, ketiganya memiliki ketinggian rata-rata 700-1000 mdpl, hanya Lembu yang memiliki tingkat kesulitan paling mudah dan bisa di daki tanpa perlu keahlian khusus. 
 
Jalan-Jalan Jeprat-Jepret

Gunung Lembu dengan ketinggian 780 mdpl dapat dikunjungi dengan mengambil rute keluar tol Ciganea-Purwakarta, belok kanan ke arah jalan raya Sindangkasih tinggal mengikuti jalan dan petunjuk yang ada sampai tiba di pos pelaporan di desa Panyindangan kecamatan Sukatani. Setelah mendaftarkan nama-nama pengunjung, diharapkan untuk membayar retribusi dengan sukarela. Dan siksaan pun dimulai....
Hutan bambu di awal pendakian
45 Menit menanjak di awal pendakian
Melewati gapura, tanjakan dengan kemiringan 45 derajat menembus hutan bambu langsung menyambut kami. Tanjakan ini mampu membuat mental orang down di awal pendakian. Kurang lebih 25 menit perjalanan terus menanjak, terhitung 2 kali kami berhenti untuk mengambil napas. Setelah itu akan menemukan tanah lapang dengan gazebo di samping pohon jengkol. Katanya di tanah lapang ini sering digunakan oleh warga sekitar untuk menggembalakan sapi sehingga dari situlah muncul nama gunung Lembu. Saran saya, pendakian Gunung Lembu akan lebih mudah di lakukan saat musim panas, menghindari tanjakan yang basah terkena hujan karena beratnya pasti akan 2 kali lipat.
Naik-naik ke puncak gunung
Siap mental dan fisik
Setelah melewati tanah lapang ini, tanjakan terus menanti kami, parahnya di tanjakan ke dua ini belum ada undakan-undakan, dengan tingkat kemiringan yang lebih dahsyat sehingga harus ekstra hati-hati agar tidak tergelincir. Di menit ke 40 salah satu teman kami menyerah dengan keadaan. Ya, selain fisik (minimal rutin berolahraga) mental pantang menyerah sangat dibutuhkan.
Area terbuka di puncak 1
Panorama puncak 1
Tanjakan ke 2 ini berlangsung sekitar 25 menit lagi, setelah itu jalur datar menyambut dengan ditandai makam keramat Mbah Jongrang Kalipitung, disinilah puncak pertama dari Gunung Lembu. Dari sini perjalanan sudah lebih mudah tapi cukup menantang karena kami harus menyusur jalan setapak dengan jurang di kanan kiri. Di beberapa titik, batu-batu pijakan bahkan ada yang sudah ambrol dengan turunan curam hampir 90 derajat. Perjalanan menantang seperti ini akan terus menemani sampai bertemu di puncak kedua yang ditandai dengan makan keramat Mbah Raden Suryakencana.

Tanjakan curam menuju puncak 2
Pemandangan di puncak 2
Selepas puncak 2 ini adalah area perkemahan, mudah saja menandainya dipastikan banyak kemah dan semilir bau kotoran manusia. Wajar saja karena di area ini tidak ada aliran sungai ataupun mata air jadi jalan satu-satunya adalah mengubur harta karunnya di gundukan daun. 
Area perkemahan yang minim sumber air
Tak jauh dari area perkemahan ini adalah puncak ke 3 alias puncak tertinggi di Gunung Lembu namun lokasi terbaik untuk menatap waduk Jatiluhur harus sedikit turun sekitar 10 menit dari puncak 3 menuju batu lembu. Tebing yang menjorok keluar ini seperti punuk Sapi sehingga dinamakan Batu Lembu. Walaupun cukup menyeramkan untuk berada dibibir tebing ini tapi rasanya kurang afdol jika kita tidak memacu sedikit adrenalin untuk memandang Jatiluhur dari bibir tebing. 
Dari atas Batu Lembu
Gunung Parang di kejauhan
Total jarak dari bawah menuju batu lembu adalah 2.1 Km Dengan waktu tempuh 2 jam. Kami cukup takjub ternyata kami bisa melampaui estimasi orang-orang yang memakan waktu 3 jam. Untuk kembali turun seharusnya lebih cepat, tapi karena kami mengambil rute memutar saat tiba di pos 1 (gazebo dengan pohon jengkol) ditambah kami menemukan spot untuk berfoto, jadilah 2 jam kami habiskan untuk turun. Total turun naik kami habiskan waktu selama 4 jam dengan jarak tempuh 5.1 Km
Gunung Lembu ketinggian 780 MDPL
Waduk Jatiluhur dan Kota Purwakarta
Gunung Lembu, relatif mudah untuk yang biasa mendaki gunung. Untuk saya yang agak anti dengan tanjakan dan tangga memang agak sedikit menyulitkan di 40 menit pertama, tapi jika masih sering berolahraga, rasanya bukan halangan untuk bisa mencapai batu lembu. Mental pun harus yakin untuk bisa mencapai ke atas. Persiapan lainnya seperti bekal minum yang cukup, makanan ringan dan sunblock. Pakaian yang cukup nyaman, bisa melindungi dari terik matahari, semak belukar dan menyerap keringat. Lakukan stretching di awal, supaya terhindar dari kram, saya sempat mengalami sedikit kram di betis karena tanpa pemanansan langsung jalan menanjak selama 25 menit di awal. Terakhir, karena masih ditemukan lokasi keramat, jagalah sikap dan kata-kata selama mendaki Gunung Lembu. Bagi yang berkemah, hati-hati saat membuang hajat agar tidak menganggu pengunjung lain yang melintas dan tidak mengusik "penunggu" Gunung Lembu.
 
Waduk Jatiluhur dari ketinggian
Spot yang nantinya akan dijadikan bumi perkemahan
Siap Berjibaku dengan tanjakan di Gunung Lembu? 
 
Rute pendakian (dalam mill) menggunakan aplikasi Map MyHike
GUNUNG LEMBU
www.gununglembu.com
Kampung Panunggal RT.006 RW 003
Desa Panyindangan
Kecamatan Sukatani – Kabupaten purwakarta
Contact Person / Information :  0819 0933 2002

  • Share:

You Might Also Like

55 comments

  1. Gunung-gunung selalu memberikan kenyamanan mata tersendiri baik ketika menanjak atau mencapai puncak yaa.. Aku pernah nongkrong di Parang (di bawah doang sih) sambil menonton gunung Bongkok. Sudah lama nih nggak ke Jatiluhur lagii..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mba apalagi kl sampe puncak, ada rasa bangga. Mau coba climbing di Parang? Hehehe :p

      Hapus
  2. pernah ke gunung itu dan penuh kabut hiks hiks.. keren foto2nya mas, gunung yg ga tinggi2 bgt tapi viewnya bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi sdh mampir mas, lumayan ya nanjaknya hehe

      Hapus
  3. menarik kak :) cek juga ya blog ku plesirbackpacker.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi sdh mampir, sy cek blognya :))

      Hapus
    2. Infonya cukup jelas kami pengin ke gn bongkok sih

      Hapus
    3. Infonya cukup jelas kami pengin ke gn bongkok sih

      Hapus
    4. Infonya cukup jelas kami pengin ke gn bongkok sih

      Hapus
  4. Keren.
    Infonya interaktif banget..
    So masih mau lanjut ke mt. Bongkok or mt. Parang..??
    Hehe 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bongkok kynya ga sanggup, Parang....boleh jg kynya

      Hapus
  5. SIAP. CAKEEEPPP!!!

    Gunung Parang gue tau tuh, bang. Yang naiknya kudu panjat tebing berbatu itu, 'kan? Wkwkwk. Sip sip bisa jadi alternatif ODT atau short trip sama temen2 Jakarta :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi nug. Traveling ekstrem sekali2 hehehe. Thank u Nugi

      Hapus
  6. foto dari batu lembunya juaraa!!
    gak nyangka ada tempat sebagus ini di dekat jatiluhur...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ke Gunung Lembu mas, sdh semakin rame loh

      Hapus
  7. Tanggal 1 mau kesana nih mas insyaallah. Dari terminal purwakarta kemana ya? Hehe boleh minta id line atau add line saya : galihparkerr thx ya mas hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mas Galih, kl dr terminal saran sy langsung carter angkot aja, krn memang tidak ada angkutan yg sampe ke pos lapor Gn Lembu. Kl bawa kendaraaan, arahkan ke arah sindangkasih, dari sini ikutin jalan utamanya aja terus, banyak juga petunjuk jalannya. Selamat mendaki :)

      Hapus
  8. Pekan depan minggu ke-2 Agustus mau coba kesana, bnyak petunjuk arah'y ya?
    Dari rumah ke terminal cuma 1 jam jdi mo coba bawa motor ksna....
    Klu punya info-info rute'y yg lebih detail mau dunk di share...
    Makasih ya

    BalasHapus
  9. Mba ika...
    Klau mau mah lewat pasar sukatani aja masuh ksanah....
    Lurus trus ikutin jalan aspal....
    Tat klau abis mentok baru belok kanan....

    Arah.a mah sama yng mau ke bongkok.
    Tar juga ada papan ptunjuknya

    BalasHapus
  10. Ajib kan gunung" di kmpung gue gan.,oh ya tgl 29 agstus nih ultah pwk ...so yg mau liat keragaman nya dtng aja agan agan
    ..biar bisa nikmatin yg ajiiiib ....jgn mpe pade ktinggalan yee !!!

    BalasHapus
  11. Aaaaakkk ini keren banget, aku belom kesampean kesini huhuhuhuu

    BalasHapus
  12. hari ini gue ama temen2 kantor mw kesana mbak.

    BalasHapus
  13. Yang lebaran mau ke mt lembu hayu bareng

    BalasHapus
  14. Sayangnya masih banyak para pendagi yang belum sadar dengan membuang sampah di sepanjang pendagian, jadi membuat keindahan alam mt lembu tercemar,... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah susahnya membangun kesadaran org2 yang mengaku pecinta alam tapi malah merusak alam. Makasi sdh mampir mas :)

      Hapus
  15. Kalo mau kesana lagi ajak " saya dong :D

    BalasHapus
  16. Belum pernah ngedaki, jalurnya sulit gak??

    BalasHapus
  17. Belum pernah ngedaki, jalurnya sulit gak??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nga koq mba, asal "pernah" olahraga, jalurnya ga sulit2 banget :)

      Hapus
  18. Besok mau kesana,baca info track dulu. Smg dpt view yg direncanakan haha😀

    BalasHapus
  19. wah menantang dan patut dirasakan nih mas hehehe

    BalasHapus
  20. Klo k gunung lembu bwa mobil pribadi ad lahan parkir atau penitipan kendaraan roda 4 ga yah d sana . mohon infonya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tepat di depan loket pendaftaran ada beberapa lahan yang dijadikan untuk tempat parkir, jadi aman untuk membawa kendaraan roda empat . semoga membantu infonya

      Hapus
    2. Kalo roda dua ada nggak kang ??

      Hapus
    3. Penyewaan motor? mungkin ojek di stasiun bisa mengantar kesana

      Hapus
  21. Iya kang, klo naek motor sama jg disana kang? Oiq kang, bayar pendaftarannya berapa kang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama tempat penitipannya, utk bayarnya sukarela waktu itu, tidak dipatok bayaran

      Hapus
  22. Perkiraan bajet yg dikeluarkan habis brp ya mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Budget berbeda tergantung mas naik apa, tapi yang jelas untuk retribusi disana masih sukarela

      Hapus
  23. mantab lah gan, pernah juga ane kesana hehee, mampir ke blog ane ya sudutjalan81.wordpress.com

    BalasHapus
  24. Catatan perjalanannya mantep Gan!
    Kira-kira bawa air berapa banyak selain buat minum?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena ga nginep, bawa secukupnya aja mas...saya sih bawa air mineral ukuran paling besar 1 botol utk PP

      Hapus
  25. mantapp banget ka kemarin saya naik ber 3 sama temen saya itu juga cewe semua wkwk naik 2 jam tapi liat view di gunung lembuhnya wih mantap bgt terus sebelum nyampe pos 2 juga ada warung lagi disitu saya pese es teh manis dingin gila seger bgt wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh udah ada warung diatas? Semoga ga jadi produksi sampah yaa

      Hapus
  26. boleh ngecamp gan d mt. lembu ??

    BalasHapus
  27. ada penyewaan tenda gak yah disana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba lilis waktu dulu saya kesana belum ada penyewaan tenda, kurang tau kalo skrg

      makasi :)

      Hapus
  28. Mas biasanya kalau ga nginap nanjak dr jam brp?

    BalasHapus
  29. Mas biasanya kalau ga nginap nanjak dr jam brp?

    BalasHapus