BELANDA+KERETA+RONGGENG = STASIUN LAMPEGAN

By Ang Leonard Anthony - 14.58

Penjajahan Belanda selama 3,5 abad di bumi Indonesia nyatanya tidak semuanya meninggalkan luka. Banyak inisiatif Belanda yang akhirnya masih bisa kita nikmati hingga sekarang, contohnya jalan raya Anyer-Panarukan walaupun harus mengorbankan ribuan rakyat Indonesia saat pembangunan jalan tersebut. Contoh lainnya adalah Stasiun Kereta Lampegan yang terletak di Desa Cibokor, Cibeber, Kabupaten Cianjur-Jawa Barat. Diklaim sebagai stasiun kereta tertua di Indonesia yang selesai dibangun pada tahun 1882.
Jalur kereta yang sudah aktif kembali
Stasiun Lampegan awalnya digunakan untuk mengangkut hasil bumi di tanah Jawa hingga ditutup pada tahun 2001 karena longsor besar yang memotong panjang terowongan yang membelah bukit gunung Kencana sepanjang 600an meter hingga tersisa 400 meter saat ini.Tahun 2009 Stasiun Lampegan ini dibuka kembali dan melayani rute komersial antara Sukabumi-Cianjur, jadi untuk pengunjung yang akan berfoto di area Lampegan harap berhati-hati karena rel kereta ini sudah aktif kembali.
Stasiun Lampegan
Melayani rute Sukabumi-Cianjur
Entah kenapa stasiun ini dinamakan Lampegan, ada beberapa versi tentang nama Lampegan ini, yang pasti semuanya berkaitan dengan lampu. Ada yang bilang nama Lampegan adalah hasil percakapan para masinis saat melintas didalam terowongan dan meneriakan kata "Lampen aan" artinya nyalakan lampu. Atau versi Mandor saat pembangunan terowongan yang berteriak "Lamp pegang" artinya pegang lampunya untuk menerangi. Atau versi percakapan 2 orang Belanda yang berkata "Lamp A Gan" saat melintas didalam terowongan. Saya baru tau ternyata istilah "Agan" di salah satu forum online terbesar diciptakan oleh 2 orang Belanda yang melintas didalam terowongan :p.
Terowongan Lampegan yang misterius
Terowongan sepanjang 400 meter
Satu cerita yang menarik adalah tentang ke-mistis-an terowongan Lampegan (di Indonesia kalau tidak berbumbu horor kurang asik :p). Dahulu saat peresmian Lampegan diundanglah Nyi Ronggeng Sadea untuk menghibur Meneer-Meneer Belanda. Setelah selesai menghibur, saat pulang Nyi Sadea melintas di dalam terowongan dan tidak pernah terlihat lagi sejak itu. Ada 2 cerita berkembang, yang pertama Nyi Sadea karena kecantikannya diperistri oleh "penunggu" terowongan Lampegan dan yang kedua adalah Nyi Sadea dijadikan tumbal saat peresmian Lampegan dan konon jasadnya di tanam di dalam tembok terowongan.

Nyi Sadea masuk dan tidak pernah keluar kembali
Bukan Nyi Sadea
Hujan yang tiba-tiba mengguyur
Stasiun kecil di desa Cibokor ini ternyata menyimpan sejarah penting dalam dunia per-kereta api-an di Indonesia. Sebagai stasiun tertua peninggalan Belanda yang kini sudah berfungsi kembali dan jangan lupakan Nyi Sadea yang mungkin masih "tinggal" di dalam terowongan Lampegan. Berminat untuk menelusuri 400 meter terowongan Lampegan? 

Jalan-Jalan Jeprat-Jepret

  • Share:

You Might Also Like

8 comments

  1. Ane juga sudah pernah berkunjung ke sana. Dan cerita misteri ini justru baru tau ;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar makin seru pake misteri kan hehe

      Hapus
  2. Waktu saya ke gunung padang, sayangnya gak menyempatkan mampir ke stasiun ini. Mudah2an lain kali bisa ke sana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga lain kali ada kesempatan ke sini mba keke :)

      Hapus
  3. Behind the scene nya penuh mistis banget.. Semoga aja bisa ke sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar makin seru kl ada mistisnya hehehe, semoga bs ke Lampegan :)

      Hapus
  4. Itu mah deket rumah nenek saya ,

    BalasHapus