GUNUNG PADANG YANG LEBIH BESAR DARI BOROBUDUR

By Ang Leonard Anthony - 13.09


Banyak orang bilang wisata sejarah di situs megalitikum Gunung Padang tidak menarik, bahkan ada yang mencibir "ngapain jauh-jauh kesana cuma untuk liat batu berserakan". Kalau memang tidak menarik kenapa tetap ramai pengunjung?
Batu berserakan yang tetap ramai dikunjungi

Situs Gunung Padang adalah tanda bahwa Indonesia memiliki peradaban yang jauh lebih maju dibanding peradaban di belahan bumi lainnya. Dalam rentang waktu tahun 2010-2014, terungkap bahwa Gunung Padang adalah situs sejarah menyerupai Piramida dengan ukuran 9 kali lebih besar di banding Borobudur yang dibangun 16.000 SM jauh lebih tua dibandingkan piramida-piramida di Mesir sana. Masih tetap bilang "sekumpulan batu yang berserakan"? Batu di Gunung Padang bukan sembarang batu, hampir semua batu di sana memiliki bentuk geometri, tidak hanya sekedar bongkahan batu semata. Rata-rata batu disana berbentuk balok memanjang. Bayangkan bagaimana hebatnya orang jaman dahulu bisa memahat batu menjadi berbentuk balok dengan potongan yang rapi.
Batu yang terpotong simetris (abaikan model dadakan :p)
Jaman dulu, kabarnya situs ini merupakan tempat pemujaan yang bentuknya punden berundak dengan 5 tingkatan. Saat ini disediakan 2 jalan untuk menuju ke atas Gunung Padang. Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp 2.000,-, silahkan memilih antara jalur ziarah atau jalur wisatawan. Konon jalur ziarah adalah rute asli yang digunakan masyarakat jaman dulu untuk melakukan pemujaan dengan kemiringan mencapai 60 derajat. Saya yang mengaku wisatawan memilih untuk menggunakan jalur wisatawan :p. Jalur ini sudah dibuat tangga dengan railing, aman walaupun tetap membuat sulit napas saat bertemu musuh bebuyutan saya, tangga dan tanjakan.
Tangga wisata yang medannya lebih ringan namun memakan waktu tempuh lebih lama
Di bagian atas, batu yang ditemukan tidak hanya berbentuk balok, ada yang segilima, oval, tiang batu atau tugu yang dulunya digunakan sebagai menhir tempat memuja arwah nenek moyang. Bahkan ada beberapa batu yang bentuknya menyerupai senjata Kujang, batu dengan cetakan tapak harimau dan batu yang bisa berbunyi saat kita pukul. 
Salah satu batu yang bisa berbunyi seperti Gong
Sangat disayangkan hingga saat ini tidak bisa dipastikan apakah proses penggalian situs ini akan terus dilanjutkan atau dibiarkan terbengkalai seperti adanya sekarang. Pemandu-pemandu disana juga tidak bisa memastikan tentang kelanjutan pemugaran situs terbesar se-Asia Tenggara ini. Padahal dengan ditemukannya situs ini setidaknya bangsa Indonesia bisa berbangga dan menunjukan pada dunia kalau Indonesia memiliki peradaban yang lebih maju.
Proses evakuasi yang terhenti
Memang tampilan situs Gunung Padang tidak seindah Borobudur, tapi dengan cerita sejarah dibaliknya setidaknya saat kita berada di sana kita bisa sedikit berimajinasi betapa megahnya situs ini. Soo, jangan dulu mencibir tentang batu berserakan di sini. Sedikit meluangkan waktu menyaksikan hebatnya peradaban Indonesia di jaman dahulu, arahkan kendaraan menuju Warungkondang dari Cianjur kota. Dari sini sudah banyak petunjuk untuk ke situs Megalitikum Gunung Padang. Jika berkunjung saat hari biasa, kendaraan pribadi bisa naik hingga ke depan loket tapi saat weekend kendaraan harus diparkir di bawah, dilanjutkan dengan berjalan kaki atau menyewa ojek seharga 15.000,- untuk rute PP.
Ilustrasi Gunung Padang, sumber www.tempo.com
Perbandingan luas Borobudur dan Gunung Padang, sumber www.koridortimur.com
Tanpa gadget, tanpa jaringan internet, masyarakat jaman dahulu bisa menghasilkan sesuatu yang megah di dunia nyata. Saat ini kita dilimpahi gadget canggih dan jaringan internet dan yang bisa kita buat paling hebat adalah megahnya benteng Clash of Clan di dunia maya.

Jalan-Jalan Jeprat-Jepret

  • Share:

You Might Also Like

10 comments

  1. Saya tertarik mengunjungi Situs Gunung Padang (entah kapan) setelah khatam membaca buku ilmiah Misteri Gunung Padang yang ditulis arkeolog UI. Masih menyimpan misteri besar di masa lalu. Dan tentu keterbatasan dana dan dukungan material serta sumber daya adalah hambatan terbesar kiprah pengupasan jejak arkeologi di Indonesia, termasuk Gunung Padang ini :)

    Baru pertama mampir ke sini, salam kenal ya :)

    BalasHapus
  2. Salam kenal mas Rifqy, terimakasih sdh mampir di blog saya. Kl sdh mengupas tuntas bukunya kurang afdol kalo nga datengin langsung mas heheh

    BalasHapus
  3. sedih memang, tapi preservasi situs bersejarah di indonesia itu sangat kurang sekali. Yang sudah terkenal kayak borobudur aja kadang masih terbengkalai kok :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget, padahal warisan dunia harusnya selalu diutamakan ya, jangan diabaikan doang

      Hapus
  4. Situs Gunung Padang,,,jadian tujuan wisata utama sebelum istirahat di Puncak...Thanks untuk artikelnya.....Indonesia Luar Biasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mba, Indonesia Dangerously Beautiful

      Hapus
  5. Tapi kenapa namanya gunung padang ya? Padahal letaknya di cianjur??? Nah loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. kata Padang merupakan singkatan dari beberapa kata yaitu 'Pa' yang berarti tempat, 'da' yaitu Besar atau Agung, dan 'Hyang' yang berarti leluhur. Jadi artinya 'Tempat Agung Para Leluhur'. Semoga bener hehe

      Hapus
  6. pengen ke gunung padaang....indonesia memang keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indonesia emang gudangnya alam indah mas hehe

      Hapus