PEMBANTAIAN MASAL DITERANGI CAHAYA SURGA DI GOA JOMBLANG

By Ang Leonard Anthony - 13.30


Lubang menganga berdiameter 50 meter menyambut saya begitu  tiba di kawasan Goa Jomblang, Gunung Kidul. Saya sendiri cukup kaget karena tidak menyangka lubangnya akan sebesar ini. Teriakan teman-teman membuat saya terkikik sendiri "Leooo, gila ya ajak gw ke tempat begini". "Leooo, tanggung jawab ya kalo gw kenapa-kenapa". Tapi saya melihat muka-muka penasaran "ada apa di bawah sana?" dibalik celotehan khawatir mereka.
 
Goa Jomblang-Luweng Grubug

Setelah menempuh hampir 2 jam dari pusat kota Jogja menuju Gunung Kidul, tidak terlalu sulit untuk menemukan Goa Jomblang karena cukup banyak papan petunjuk ditempatkan di setiap belokan. Yang agak sulit mungkin untuk bermanuver di jalanan yang sempit dan sedikit rusak. Kenapa tidak di aspal? Pengelola memang sengaja membiarkan kondisi alam sekitar tetap alami, bukan hanya akses saja tapi banyak hal lain yang tetap di biarkan "sederhana" tanpa tersentuh modernisasi. 

 
Cahaya surga

Kami ber-6 adalah rombongan pertama yang tiba di kantor Goa Jomblang. Ada baiknya sebelum berkunjung kita melakukan pemesanan karena kuota pengunjung 1 harinya hanya dibatasi sekitar 20 sampai 25 orang. Mas Budi yang menyambut kami menjelaskan karena pengunjung yang terlalu ramai dikhawatirkan dapat merusak kondisi alam di dalam goa. Hari itu total pengunjung yang masuk adalah 11 orang, kami ber-6 bersama dengan 5 turis asing yang cukup beruntung masih mendapat kuota untuk turun ke Goa Jomblang.
 
Luweng Grubug

Setelah menggunakan sepatu boot, harnes dan helm (perlengkapan wajib turun Jomblang) kami siap di turunkan 60 meter ke dasar goa menggunakan teknik Single Rope Technic. Kita tinggal duduk manis ( 1 kali turun 2 orang) dan berterimakasih-lah kepada bapak-bapak berbadan besar yang menurunkan kita dengan cara manual. Pengelola sepakat tidak menggunakan mesin karena tetap ingin mengkaryakan penduduk setempat dan menghindari kerusakan mesin yang lebih sulit diatasi. Yang paling mendebarkan mungkin saat pertama kali kita harus melepaskan tangan dari tiang dan berayun ke tengah untuk diturunkan, karena saat itu nyawa kita sepenuhnya bergantung pada kuatnya bapak-bapak dan seutas tali.
Turun menembus hutan purbakala
Pemandangan saat menggantung-gantung di ketinggian cukup menarik karena kadang kita harus melintas di antara ranting atau dahan pohon, karena lubang mengangga ini tercipta dari amblasnya dataran di atas sehingga beberapa tumbuhan ikut amblas dan tumbuh di dasar gua. Menurut Pak Gatot, pemandu yang ikut turun bersama kami, tumbuhan di dasar gua ini adalah tumbuhan purba yang tidak dapat ditemukan di mana pun dan tidak terdeteksi jenisnya karena berasal dari jutaan tahun silam. Mungkinkah tiba-tiba ada T-rex muncul dari dalam gua?

2 orang sekali turun dengan standar keamanan internasional
60 meter menuju dasar goa
Setelah tiba di dasar Goa Jomblang kami masih harus menyusur di dalam goa menuju Luweng Grubug. Selama perjalanan, terhitung sekitar 3 atau 4 lampu disebar sepanjang 250 meter hanya untuk penanda jalan, bukan sebagai penerangan (lagi-lagi supaya unsur alaminya tetap terjaga). Hanya butuh waktu sekitar 15 menit untuk mendengar bunyi gemuruh air dan melihat seberkas cahaya terang. Di depan saya terpampang pilar cahaya yang masuk menembus dari Luweng Grubug. Rasanya sedikit tidak percaya di kedalaman 90 meter di bawah tanah ada kubah seperti Katedral dengan cahaya yang sangat indah. Suara gemuruh sungai bawah tanah terdengar jauh di bawah kami menimbulkan gema yang memantul di dinding-dinding goa. Perhatikan juga saat ada daun-daun yang jatuh dari mulut Luweng Grubug. 

Pintu masuk Goa Jomblang
Trekking 250 meter menuju Luweng Grubug
Di sisi kanan terdapat 2 batu yang tercipta dari tetesan air yang merembes dari dinding-dinding gua. Yang satu berbentuk seperti jamur, yang satu lagi memilik tekstur seperti otak. Pak Gatot berkali-kali mewanti-wanti kami untuk tidak berfoto di atas batu, menginjak ataupun memukul batu tersebut. Menurut beliau, batuan dengan tekstur unik ini tercipta ratusan tahun lalu dan untuk membuat satu motif garis sepanjang 1 cm saja butuh waktu sekitar 2 sampai 3 tahun. Kami melihat sendiri betapa pedulinya Pak Gatot saat mendapati salah satu turis menginjak batu, beliau spontan berteriak melarang, mendekati batu dan langsung membersihkan batu dengan tangannya. Kembali beliau berpesan untuk menjaga alam agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan.
 
Salah satu batu yang tercipta ratusan tahun lalu dari tetesan air
Pak Gatot di dalam perut bumi

Pak Gatot bercerita, dulu di tahun 1983, Jomblang pernah sepenuhnya terendam air karena luapan aliran sungai bawah tanah dan tingginya curah hujan. Tahun 2013, kejadian tersebut terulang karena aliran sungai yang tersumbat sampah, walaupun tidak separah tahun '83, luapan di tahun 2013 sampai menutupi kedua batu kesayangan pak Gatot dengan lumpur. Selain itu Pak Gatot juga sempat bercerita khusus kepada saya setelah sedikit berbisik saya bertanya tentang kelamnya cerita Jomblang jaman dahulu. Dulu, tepat di tempat kita menatap indahnya cahaya surga di Luweng Grubug adalah tempat eksekusi pemberontak G30-S/PKI. Mereka dieksekusi dengan cara di dorong ke aliran sungai bawah tanah di bawah yang nanti mayatnya jika masih utuh akan muncul di pantai Baron Gunung Kidul. Eksekusi jenis ini masih dilaksanakan hingga tahun 1982 untuk menghilangkan nyawa pelaku kriminal kelas kakap. Kabarnya mantan napi AM dan JI merupakan nama-nama yang tadinya sempat akan dieksekusi di sini. (Silahkan cari sendiri insial diatas tapi jangan cari di daftar mucikari RA)
Pernah dijadikan sebagai tempat melamar


Juga sebagai lahan pembantaian pemberontak G30-S/PKI
Aliran sungai bawah tanah
Saran dari saya bagi yang ingin ke Jomblang, ada baiknya memperhatikan cuaca karena buat apa turun ke bawah saat cuaca mendung dan tidak bisa menyaksikan "cahaya surga" di Luweng Grubug. Waktu kunjungan Jomblang hanya dari pukul 10.00-13.00 WIB dengan kuota 25 orang sekali kunjungan, disarankan untuk memesan tempat terlebih dahulu. Yang terakhir jangan sarapan terlalu banyak sebelum turun ke Jomblang, bukan karena mual saat menggantung di ketinggian, tapi pikirkan betapa susahnya bapak-bapak di atas saat harus menahan beban orang yang sedang kekenyangan.  
 
90 meter dibawah permukaan tanah

Jomblang yang awalnya menakutkan untuk teman-teman saya, pada akhirnya mereka mengakui bahwa pengalaman pertama dan mungkin sekali seumur hidup mereka menggantung di ketinggian 60 meter terbayarkan dengan indahnya pemandangan di dalam Luweng Grubug. Rasa takut, cemas, semua hilang begitu disuguhkan pilar cahaya berselimut kabut uap air yang naik dari aliran sungai bawah tanah. Begitu tiba di atas mereka berceloteh tentang indahnya goa dan kekaguman mereka. Spontan saya timpali "tau gak kalo tempat tadi kita berdiri itu adalah tempat membunuh ormas-ormas G30-S/PKI" Lalu disambut dengan teriakan satu suara "Leooo, lu ngapain ajak gw ke tempat pembunuhan masssaaaal??"
 
Jalan-Jalan Jeprat-Jepret
Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi 
Pak Cahyo Alkantana : +62 811 117 010 (Selaku pemilik lahan Goa Jomblang)

  • Share:

You Might Also Like

14 comments

  1. Cakep banget Goa Jomblang, impian yang belum kesampaian nih.

    BalasHapus
  2. Kapan ajak aku jalan jalan kak

    BalasHapus
  3. wahhh mantap mas... belum sempat ke sini hhehehe horor juga yah mantap...

    BalasHapus
  4. Hmmm seru juga ya. Agak horror pas turunnya, harus nurunin berat badan dulu deh nih hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga harus nurunin berat badan cuma jgn sarapan terlalu banyak, perbanyak doa mas heheh

      Hapus
  5. Aku dan putri waktu itu juga dilarang sama guidenya naik ke batu... tapi kok sering liat banyak yg foto disitu yak. bandel ih -,-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayanya itu jaman dulu sebelum dikelola secara profesional kak kucing. Skrg semua pemandu pasti nga memperbolehkan utk naik ke atas batu2 itu

      Hapus
  6. tony...kapan lu ngetrip lg.. join donk

    BalasHapus
  7. wah keren banget gan, mau join nih :D

    BalasHapus
  8. Numpang Ijin Share gan...!! Jika ada yang berminat bisa langsung ke website kami

    Kami Waletbet hadir untuk para bettor mania sebagai Agen Judi Online , Agen Bola , Agen SBOBET dengan menyediakan produk online betting seperti SBOBET , IBCBET , 338A , 1SCASINO , ASIA8BET, BOLA TANGKASNET99 DAN BOLA TANGKAS88.

    Kami Agen Betting Online terpercaya yang beroperasi dalam dunia maya. Kami membantu para member dalam melakukan pendaftaran produk judi online , dan proses deposit withdraw dengan AKSES BANK BCA / MANDIRI / BNI DAN BRI.

    Untuk bergabung bersama kami hanya dengan melakukan pendaftaran melalui website agen di waletbet dan cantumkan data yang di perlukan di kolom register waletbet.com
    Dan dapatkan PROMO BONUS WALETBET Untuk member baru bergabung bersama kami dan juga untuk member akif kami yang bermain bersama kami di WALETBET Agen Judi Online

    Untuk bertransaksi deposit dan withdraw anda bisa konfirmasi pada CS ONLINE kami melalui akses YM , LIVECHAT , WhatsApp atau melalui kontak BBM kami yang tersedia di website kami.
    Dengan proses cepat dan CS yang ramah siap melayani para bettor mania dalam kenyamanan bermain ataupun dalam konfirmasi perihal betting pemain.

    Agen Judi || Agen Judi Online || Agen SBOBET || Agen Bola || Agen SBOBET || Agen Betting Online || Agen Casino Online || Agen Bola Online

    BalasHapus
  9. Terimakasih telah mengulas goa jomblang. Untuk wisatawan yg akan caving di goa jomblang diharapkan untuk book terlebih dahulu karena batas kunjungan maksimum diterapkan perharinya.

    Salam Aan
    Www.goa-jomblang.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali mas Aan

      Semoga Jomblang bisa terus terjaga dan tidak dirusak sama pengunjung2 yang kurang bertanggung jawab

      Hapus