STONE GARDEN, TAMAN BATU TANPA PENJUAL BATU AKIK

By Ang Leonard Anthony - 13.40


Nama Stone Garden menjadi primadona beberapa bulan belakangan ini. Jika dulu orang berbondong-bondong ke pantai, saat ini sepertinya semua yang berada di dataran tinggi sedang naik daun. Bukit Moko, Tebing Keraton, Gunung Lembu, semuanya menawarkan pemandangan indah dari ketinggian. Jika besok ada yang berfoto di atas menara SUTET dengan view menawan, pasti besok akan muncul objek wisata baru dengan nama SUTET HIGHLAND. Stone Garden juga bukan melejit karena fenomena batu akik yang belakangan ini menjadi trend, jadi jangan harap bisa bertemu dengan penjual batu akik di atas sini.
Stone Garden Geopark


Stone Graden terletak di Kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit Kecamatan Cipatat, Bandung Barat. Puncak yang memiliki taman berbatu itu sendiri terletak di puncak bukit Pasir Pawon dengan ketinggian 900 MDPL dan luas sekitar 2 hektar. Untuk menuju kesini tidak terlalu sulit, dari arah Kota Baru Parahyangan keluar tol Padalarang dan arahkan kendaraan menuju Cianjur. 
 
Batuan jaman purba yang terangkat ke permukaan

Ada 2 akses menuju Stone Garden, yang pertama melewati situs Goa Pawon yang ditandai dengan gapura hitam besar di sisi kanan jalan bertuliskan Situs Goa Pawon. Dari sini bisa mengunjungi 2 lokasi sekaligus, Goa Pawon (tempat ditemukannya fosil manusia purba) dan Stone Garden dengan catatan harus berjalan kaki sejauh 1.5 KM melewati hutan kecil dengan kemiringan 45 derajat (Not Me banget). Akses yang ke dua adalah melalui pabrik-pabrik pengolahan batu kapur. Di sisi kanan jalan (sekitar 15-20 menit dari pintu tol Padalarang) sebelum melewati gapura hitam, ada masjid Al Ikhlas cukup besar yang disampingnya ada jalan dengan papan petunjuk Stone Garden & Gua Pawon. Dari sini kendaraan bisa masuk terus hingga sampai di pelataran parkir tepat dikaki gunung Masigit. Dari area parkir menuju Stone Garden cukup berjalan menanjak tidak sampai 5 menit. (Sakit hati kan dengan rute menanjak 1.5 Km?)
Konon dulu area ini adalah lautan

Konon dahulu, kawasan perbukitan ini berada di dasar laut, karena adanya aktivitas bumi dan pergeseran lempeng maka terangkatlah ke permukaan dan menjadi tebing bukit kapur seperti sekarang. Tak heran beberapa bentuk batu yang ada diatas menyerupai batu karang yang berongga-rongga. 
 
Eksploitasi bukit kapur

Sayangnya bukit-bukit disekitar Pasir Pawon kini hampir habis digerus penambangan kapur. Contohnya saja Gunung Masigit yang bentuknya sudah gompal disana-sini. Bahkan saat ada di puncak Stone Garden, kita bisa melihat beberapa bukit lain yang sudah gundul, siap untuk di eksploitasi. Menyedihkan pula saat kita menatap langit biru yang dihiasi kepulan asap hitam tanda penambangan kapur yang sedang berlangsung. Untuk Stone Garden sendiri kini sudah dinobatkan sebagai Geopark sehingga tidak boleh di eksploitasi lagi, selain itu dulu warga juga pernah melayangkan protes karena akibat penambangan batu kapur di Gunung Masigit mengakibatkan warga sekitar kekurangan air bersih.
Gunung Masigit korban eksploitasi alam
Gunung Masigit

Terhitung sejak Februari 2015 kemarin, Stone Garden telah dikelola secara swadaya oleh warga sekitar, mulai dari juru parkir hingga penjaga loket mengenakan pakaian adat dengan ikat kepala. Untuk fasilitas kini sudah tersedia toilet dan puluhan warung makan dan minum. Jika dibandingkan dahulu, disini cuma terdapat 1 warung yang dimiliki oleh Pak Jauhari dan Ibu Ilah. Beliaulah yang banyak bercerita tentang masa-masa suram Stone Garden sebelum menjadi primadona.
 
Bukit yang siap dieksploitasi
Fasilitas yang memadai

Cukup membayar 5.000,- per orang, kita sudah bisa menikmati taman batu di atas puncak Pasir Pawon. Batu yang berserakan hampir disetiap sisi taman ini seakan membawa kita kembali ke jaman batu atau serupa dengan setting Gunung Mordor di film Lord of The Ring. Beberapa batu terletak di posisi yang ekstrem tapi sepertinya justru batu-batu inilah yang menjadi incaran pengunjung untuk berfoto. Waktu yang tepat mengunjungi Stone Garden adalah saat pagi atau sore hari sambil menunggu sunset namun pengunjung wajib turun saat jam 18.00 karena belum ada penerangan sama sekali, selain itu menjelang malam, monyet-monyet ekor panjang masih bebas berkeliaran disini. Jika memang datang saat siang hari, persiapkan penutup kepala, kacamata hitam dan sun block. Kondisi di puncak Pasir Pawon cukup kering dan gersang.
Taman batu di ketinggian

Satu lagi lokasi wisata alam yang menyeruak berkat kekuatan social media. Semoga dengan semakin ramainya lokasi ini, pengunjung yang datang bisa tetap menjaga keindahan Stone Garden dengan tidak mencoret-coret dinding batu dan membuang sampah sembarangan. Selain itu, dengan ramainya pengunjung diharapkan bisa meningkatkan perekonomian warga setempat. Yang pasti, semoga Stone Garden yang telah menjadi primadona baru ini bisa membantu menghentikan eksploitasi bukit-bukit kapur di sekitarnya. 

Jalan-Jalan Jeprat-Jepret
Peta Lokasi

  • Share:

You Might Also Like

13 comments

  1. Cool... Makasih sharing-nya

    BalasHapus
  2. Cool... Makasih sharing-nya

    BalasHapus
  3. Potret yang akhir itu, sepertinya kita foto di batu yang sama,

    salam, gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya batu ini instagramable mas, jadi pada foto disni hehe.

      Salam kenal Gan

      Hapus
  4. Keren... bisa jadi rekomendasi pas ke Bandung lagi nih. Nggak jauh dari Citatah pula ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba dateng pas sunset kayanya keren mas hehe

      Hapus
  5. Pemandangannya sangat bagus ya, jadi pengen ksna . , .

    BalasHapus
  6. Aku belum pernah kesini, diceritain putri jadi pengen. Memang keren yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaa mahmud jahat Masa kak kucing ga diajak. Macam Lord Of The Ring ya ini gunungnya

      Hapus

  7. Tulisannya sangat menarik sekali dan mudah inspiratif, saya juga mempunyai tulisan yang berkaitan dengan pariwisata indonesia, klik http://pariwisata.gunadarma.ac.id :D :D Happy Sharing :D

    BalasHapus
  8. fotonya bagus, sama lokasinya tapi hasil jepretannya bagusan ini

    bludstory.blogspot.co.id
    :)

    BalasHapus
  9. Wah...aku juga sempat foto kayak gaya kamu nih hehe...

    BalasHapus