THE SANCTOO VILLA, GIANYAR-BALI

By Ang Leonard Anthony - 19.47


Rasa hangat merambat menyapu kaki, perlahan naik hingga memaksaku untuk membuka mata. Bukan hal biasa yang aku lihat pagi ini. Terlihat dari gorden yang tersingkap, langit yang tersipu malu pagi itu, terpapar semu merah di wajahnya. Air di kolam yang bergeming tepat di depan kamarku memantulkan sempurna wajah malu-malu sang langit. Gemericik air memanggil aku untuk beranjak walau rasanya masih berat untuk meninggalkan peraduan yang membuaiku semalaman. Sebelum melangkah keluar aku menyempatkan membaca selembar kertas terlipat rapi diatas sekeranjang buah segar yang tak sempat kusentuh kemarin.
The Sanctoo Villa

Selamat Datang di The Sanctoo Villa....
Buah segar setiap harinya
Pagi di The Sanctoo

Pagi tak pernah semenakjubkan ini batinku. Dalam kenyamanan aku bisa berada begitu dekat dengan nuansa alam. Di pinggir kolam aku terduduk, mendengarkan gemericik air dan suara nyanyian burung di pagi hari. Pantulan mentari di permukaan kolam mulai menghangatkan seisi kolam menggodaku untuk membenamkan diri.  


Ruang kamar berdinding kaca
Tempat tidur yang luas dan nyaman
Tipe kamar river view
Sempurna...air yang hangat ditemani kicau burung dan kehangatan mentari yang kini sudah menyeruak sepenuhnya menerangi peraduan. Dinding kaca hampir menyelimuti keseluruhan bangunan kamar The Sanctoo, hangat saat mentari meninggi, romantis saat mentari beranjak pulang. Masih ingat semalam saat lelah seharian, The Sanctoo menyambut dengan barisan lilin di pinggir kolam dan santap malam yang membuat lidah menari di bawah langit malam Bali.
Romantis dengan cahaya lilin
Santap malam di bawah langit Bali bermandi cahaya lilin

Bathtub di dalam kamar mandi terlihat melambai mengundangku untuk menghapus penat sebelum menuju peraduan. Setelah kristal garam dan busa mandi melebur, kubenamkan diri di dalamnya. Pintu kaca kubuka lebar hingga langit malam, kolam temaram dan barisan lilin yang kini hampir padam dilahap api dapat terlihat jelas dari tempatku terbenam. 
Kamar mandi yang luas
Bathtub dengan area shower terpisah

Walkin closet sebelum area kamar mandi
Bukaan lapang berkesan luas

Terik mentari menyengat meleburkan suasana indah semalam. Hampir menjelang tengah hari saatku tersadar dan mencari sejuk di dalam kamar The Sanctoo. Siraman air dingin kembali menyejukan raga untuk kembali meresapi indah dan ketenangan di The Sanctoo. Kuputuskan untuk berkeliling di lorong-lorong hijau yang memisahkan 12 villa di The Sanctoo. Bukit menghijau yang tampak pertama saat aku melewati 12 deret bangunan villa. Sebuah jembatan menjadi penghubung antara villa dengan bangunan spa dan restoran yang langsung menghadap area berbukit. 
 
Selasar hijau The Sanctoo
Jembatan penghubung area resto dan spa dengan area villa

Gemerisik beradu saat aku menerobos pekatnya barisan ilalang. Terik memang tapi hembusan angin segar mampu membuatku mengindahkan panasnya mentari. Dipuncak bukit berdiri pura kecil yang menantang terik, wujudnya justru menampilkan siluet indah tepat di puncak bukit ilalang. Saat ku beranjak pulang, deretan villa The Sanctoo seperti menyemangatiku untuk segera menuruni bukit sebelum senja bergulir dan gelap meraja.
Pura kecil di atas bukit
View The Sanctoo Villa

Resto yang menyatu dengan alam
Sebelum kembali ke peraduan, kuputuskan untuk singgah di bangunan spa yang kini berpendar hangat di tengah gelap. Ada yang berbeda dengan Spa di The Sanctoo, suasana dan suara alam yang tersaji adalah benar adanya. Bukan sekadar alunan musik dari kotak pengeras suara ataupun lukisan pemandangan yang tergantung di dinding. Ruang spa ku berhadapan langsung dengan air terjun yang nampak indah berlatarkan bangunan villa dengan kelip lampunya yang mulai menyala. Gemuruh air terjun, harum aroma jasmine dan pijatan lembut sang terapis mengantarku terbuai hingga akhirnya tepukan ringan membangunkan. 
The Sanctoo Spa & Wellness
Suasana spa yang sangat alami

Sahut menyahut bunyi penghuni malam, entah jenis serangga apa yang terus bernanyi mengiringi kembaliku ke peraduan. Gorden-gorden masih terbuka lebar saat aku tiba di kamar. Cahaya rembulan dan lampu temaram dari kolam renang di depan kamarku menciptakan bayang-bayang panjang yang seakan tak sabar untuk naik ke peraduan. Kusisakan sedikit gorden terbuka agar aku masih bisa melihat rembulan menggantung di sana, berharap esok pagi, hangat kembali menyelinap masuk menyapaku di The Sanctoo Villa
Luxury Villa

Catatan C4ME :
- The Sanctoo terletak agak jauh dari minimarket, untuk efisiensi baiknya membeli keperluan pribadi sebelum tiba di The Sanctoo
-  Terdapat Buggy (golf car) untuk mengantar tamu hotel berkeliling di area hotel
-  Breakfast ala carte (menu pilihan asian dan western) yang dapat disajikan langsung di kamar
- Tamu hotel mendapatkan discount untuk mengunjungi Bali Zoo yang terletak berseberangan dengan The Sanctoo
 
Jalan-Jalan Jeprat-Jepret

THE SANCTOO VILLA
Jalan Raya Singapadu, Banjar Seseh, Gianyar
Ubud Selatan-Bali
Telepon: +62 361 4711222
Fax : +62 361 4711023
website: www.thesanctoovilla.com
Instagram : thesanctoo

  • Share:

You Might Also Like

2 comments