TEGENUNGAN, AIR TERJUN DI DATARAN RENDAH GIANYAR-BALI

By Ang Leonard Anthony - 20.47

Gelato...Gelatoo...tahu betul mereka di siang terik ini, sekecap gelato yang membasuh kering tenggorokan mampu menyejukkan sekujur badan. Baru saja berjalan beberapa langkah dari lokasi parkir, saya tidak mau terbujuk senyum manis Jegeg pedagang gelato. Paling tidak saya membatin mungkin sebelum pulang nanti saya akan mampir mencicip gelato di lokasi wisata air terjun Tegenungan.
Air terjun Tegenungan

Menyenangkan berjalan diantara kedai-kedai souvenir saat menuju Tegenungan, tak ada paksaan hanya sapa dan senyum ramah. Di salah satu kedai minuman bahkan memperbolehkan pengunjung untuk berfoto dengan latar air terjun Tegenungan dengan cuma-cuma. Menurut saya, Tegunungan termasuk sebagai salah satu lokasi wisata yang dikelola dengan baik. Barisan kedai souvenir yang tertatap rapi di kanan kiri menyisakan jalan yang cukup lebar untuk dilalui pengunjung. Di ujung jalan, terdapat gazebo atau bale bengong untuk menatap Tegenungan dari ketinggian. Puluhan anak tangga pun telah dibeton dengan rapi untuk kenyamanan pengunjung, namun memang anak tangga yang cukup curam membuat saya terbayang betapa lelahnya perjalanan pulang nanti...ahh gelato sudah menanti di ujung perjalanan saya.
Tegenungan dari ketinggian
Menyusuri Sungai Petanu
Tak begitu banyak anak tangga yang harus di lalui hingga bertemu dengan pertigaan, ke kiri langsung menuju air terjun, kanan menuju ke pura. Kami memutuskan untuk segera menuju air terjun khawatir semakin siang akan semakin ramai pengunjung Tegenungan. Di akhir anak tangga kami masih harus menyusur tepi Sungai Petanu. Namun dari kejauhan butir-butir air sudah menerpa kami. Terik siang itu diredam dengan sejuknya uap air yang terbawa angin. 
Buih air Tegenungan yang terbawa angin
Air terjun Tegenungan tak begitu tinggi namun debit airnya sangat banyak. Air yang jatuh menerpa salah satu tebing yang menjorok sebelum kembali menyatu dengan aliran Sungai Petanu di bawahnya. 3-4 dipan kayu lengkap dengan handuk bersih berjajar rapi disewakan untuk pengunjung yang ingin berlama-lama menikmati hempasan uap air Tegenungan. Di belakangnya terdapat posko Lifeguard. Melihat antusiasme pengunjung yang ingin memacu adrenalin dengan melompat dari ketinggian Tegenungan, ditambah dengan derasnya curah air terjun Tegenungan, sepertinya pengelola memperhatikan betul keamanan setiap pengunjung dengan adanya petugas jaga. Di waktu-waktu tertentu saat curah air terlalu deras atau kedalaman sungai tidak memadai, pengunjung dilarang keras untuk melompat. Satu papan dengan pesan humornya cukup menarik sebagai salah satu lokasi berfoto berlatarkan air terjun Tegenungan. "Dont Worry Be Sexy...But No Naked". Pertanyaannya, apakah bule-bule yang berkunjung sering melakukan aksi tanpa sehelai benang pun disini? Sampai-sampai ada peringatan tersebut.
 
Posko penjaga dan penyewaan dipan
Dont worry be sexy....but no naked
Sebelum kembali, kami menyempatkan mengunjungi pura kecil di persimpangan tangga. Puranya memang tidak dibuka untuk umum, namum di bawahnya terdapat tempat membasuh dengan beberapa pancuran. Sekadar menghapus peluh sebelum berjuang mendaki anak tangga nan terjal.  
Pancuran di bawah pura
"Pendakian" kami semakin menguras tenaga, beberapa kali kami harus bertengger di tepi tangga berpegangan railing karena semakin banyak arus pengunjung menuju Tegenungan. Memang saat yang tepat mengunjungi Tegenungan adalah siang menjelang sore untuk menghindari backlight di pagi hari. Sedikit demi sedikit kami merayap hingga tiba di puncak anak tangga. Gazebo yang kami idamkan untuk beristirahat telah penuh disesaki pengunjung yang baru tiba. Kedai minuman dengan view Tegenungan akhirnya menjadi pilihan kami untuk mengatur napas. Terlupakan akan gelato, di kedai ini terdapat es kelapa muda, dimana kelapanya telah didinginkan terlebih dahulu di dalam freezer....maafkan saya jegeg penjual gelato. Rasa lokal, kelapa dingin nan segar mengalahkan pesona lembut gelato-mu.
Tidak terlalu tinggi namun memiliki debit air yang banyak
Catatan C4ME :
- Tegenungan termasuk mudah untuk dikunjungi, letaknya di Desa Kemenuh, Sukawati - Gianyar. Mengambil rute Pasar Sukowati lalu belok kanan ke Jalan Raya Sakah. Di pertigaan belok kanan ke Jalan Wisma Gajah Mada, lurus hingga bertemu lampu merah kemudian belok kanan ke Jalan Raya Sutami. Petunjuk Tegenungan sudah cukup banyak tersebar di jalan raya. 
- Patuhi peringatan-peringatan yang ada.
- Disisi kiri Tegenungan terdapat pancuran, namun bukan untuk mandi melainkan untuk bersembahyang.

Jalan-Jalan Jeprat-Jepret

  • Share:

You Might Also Like

4 comments

  1. sampe ada himbauan tentang no naked. Bisa jadi seperti itu hehhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi mba hehehe...skinny deep :p

      Hapus
  2. Tempat keren yang kian ramai di Bali,,, Kapan ke sini lagi?

    BalasHapus