"UJIAN HIDUP" TERBERAT SAAT MELAKUKAN TRAVELING

By Ang Leonard Anthony - 21.03

Saya termasuk orang yang tidak terlalu rewel untuk urusan makan ataupun tidur saat sedang traveling. Untuk makan, kering tanpa sayuran berkuah pun jadi. Jika sajian kurang membuat saya berselera pun pasti akan tetap saya makan walaupun porsinya setengah dari yang biasa saya ambil. Saya menyiasati dengan membawa cemilan yang sedikit berlimpah untuk mengatasi rasa lapar. Saat tidur, paling-paling hanya di awal saya butuh menyesuaikan dengan kondisi ruangan yang kurang sesuai dengan 'standar' saya. Syarat saya hanya satu, jauhkan saya dari tembok, karena tanpa sadar saya senang "nyempil" di tembok macam tokek raksaksa. Jadi saat harus menginap di homestay yang temboknya (maaf) sedikit kurang bersih atau berjamur, jauhkan saya dari godaan nempel tembok.

Hal penting dalam perjalanan, kamar mandi nyaman untuk poop

Membaca postingan dari kak Lenny tentang Shy Bowel Syndrome saya terkekeh sendiri. Ternyata ada teman sepenanggungan yang mempunyai masalah sama persis dengan saya. Di akhir postingannya, kak Lenny berharap she is not alone. Yes, you are not alone. Masalah kita sama masalah hajat pagi hari. Saya terkadang iri dengan teman-teman traveling saya yang dengan mudah dan lancarnya membuang hajat dimanapun saat sang hajat ingin hadir ke dunia. Saya pernah berhari-hari puasa, bukan puasa makan melainkan puasa buang hajat karena saat saya ingin melepaskan "ujian hidup" itu, lokasi, kondisi dan situasi harus memenuhi beberapa kriteria uji kelayakan agar sang hajat mau dikeluarkan.  


1. Sepi dan Tenang

Sepertinya momen buang hajat saya memang mirip dengan ujian akhir semester dimana kondisi ruangan harus sepi dan tenang, sulitnya pun sama. Mau di kamar hotel bintang lima sekalipun, jika saat saya hendak menyelesaikan "ujian hidup" ada orang lain di kamar apalagi ada segerombol orang mengobrol dan bercanda, dijamin gak akan keluar itu hajat. Sepertinya saya parno sendiri jika baunya akan tercium atau terdengar orkes bas betot. Terlalu sopan? Bodoh mungkin, namanya kotoran kan pasti bau. Bunyi-bunyian? Wajarlah sedang di dalam toilet. Yang tidak wajar saat sedang antri ATM lalu buang angin dan meninggalkan baunya di bilik ATM yang kecil. Bagi-bagi rejeki.

Dulu saya sampai harus mengusir orang-orang untuk keluar atau mengatur jadwal saat sarapan pagi saya akan makan lebih cepat supaya bisa segera kembali ke kamar untuk menunaikan hajat. Bahkan pernah suatu siang karena banyaknya orang di kamar, saya ngibrit ke fasilitas fitness center yang sepi hanya untuk ngebom. Lain lagi saya pernah keliling 1 mall besar hanya untuk mendapatkan toilet yang sepi. Sialnya, mall besar selalu punya 1 janitor yang bertugas di dalam toilet.
Whoopss

2. Bersih

Mungkin ini lebih umum dialami semua orang. Toilet yang kotor akan menghambat pengeluaran hajat. Pastinya juga terjadi kepada saya. Dulu saat bobot saya masih ringan, jangan harapkan saya mau duduk di kloset di tempat umum. Dengan ilmu meringankan tubuh saya pasti akan jongkok. Kini setelah badan membengkak, dan banyaknya gambar yang memperlihatkan seseorang berdarah-darah karena toiletnya retak saat dia berjongkok, saya harus tahu diri untuk duduk asal di toilet yang akan saya gunakan harus memiliki tissue toilet untuk membersihkan dudukan sebelum saya menghempaskan diri di sana.

NOOOO.... T_T

3. Terang

Toilet harus memiliki penerangan yang memadai. Terutama saat tidak menginap di hotel. Jadi saat masuk toilet, pertama kali saya  pasti menginspeksi sudut-sudut. Dengan penerangan yang memadai akan mudah mencari apakah ada kejanggalan atau penghuni lain yang bertengger di toilet misalnya kecoak. Saya tidak parno dengan kecoak, tapi saya panik jika dalam kondisi setengah "terbuka" tanpa bawahan tiba-tiba ada kecoa melintas.  Untuk urusan kecoak, karena terlalu peka sepertinya saya bisa mencium bau keringat kecoa. Pernah saya masuk satu toilet dan mungkin kecoa yang tinggal di sana baru saja pulang fitness sehingga baunya lebih menusuk alhasil saya mengurungkan niat untuk buang hajat dan benar saja saat teman saya masuk, dia keluar lagi mencari alat pembasmi kecoak paling ampuh, sendal jepit.
 
Ohh Sh*t!!!

4. Layak

Bentuk kloset dan ruangan toilet harus benar-benar layak. Lain cerita dengan villa atau hotel yang berkonsep outdoor bathroom, saya malah suka buang hajat sambil mendengarkan suara angin menabuh daun-daun mencari gambaranmu di waktu lalu. Teman saya bisa dengan santainya buang hajat di pinggir pantai Taman Nasional Ujung Genteng dengan menggali lubang di pinggir pantai dan menimbunnya kembali. Saya??? Maaf hajat saya higienis.

Saat di Malaka, di salah satu toliet yang cukup bersih dan terang, saat saya melihat wujud kloset yang unik saya mengurungkan niat untuk buang hajat. Kenapa? Kloset jongkoknya bersih, namun bentuknya berupa mangkok almunium besar dengan lubang kecil ditengahnya tanpa ada genangan air. Lalu dalam keadaan jongkok dan terdesak mules, apakah saya harus membidik dengan tepat agar bisa masuk lubang langsung tanpa residu nempel di kanan kiri wadah almunium itu? Jangan dibayangin!!!!
Best place on earth

4 uji kelayakan di atas harus memenuhi standar nilai diatas 80, kalau tidak, dijamin saya tidak akan mampu menunaikan tugas saya yang satu itu. Berat memang, entah ini yang manja saya atau hajatnya. Dulu saat roadtrip di Jawa Timur, hampir 4 hari saya tidak buang hajat karena tidak menemukan lokasi yang memenuhi 4 kriteria ideal untuk buang hajat. Hari kelima kami masuk hotel berbintang (akhirnya) dan memerintahkan teman sekamar saya untuk menunggu di lobby hingga saya selesai berhajat.


Untungnya saya lebih sering traveling dengan teman-teman yang sudah tau situasi dan kondisi saya. Mereka sadar betul kalau tiba-tiba saya crancky dan mengusir mereka keluar kamar, bukan semata saya marah melainkan karena saya harus buang hajat, karena jika saya tahan bisa-bisa hasrat itu menghilang hingga keesokan harinya (do what u have to do now). Mereka yang mengingatkan saya untuk banyak minum dan makan buah agar mempermudah keluarnya hajat. Mereka yang di hari ketiga akan bertanya "udah poop blom?" Lalu terbahak-bahak jika saya menjawab belum.


Catatan C4ME :

1. Sebenarnya tidak dianjurkan menahan hajat terlalu lama karena akan menjadi racun bagi tubuh

2. Cukup minum dan serat akan mempermudah pelepasan, namun jika kondisinya seperti saya yang memiliki banyak kriteria sebelum melepas hajat....ya terima saja beberapa hari menggemban ujian hidup

3. Terima kasih untuk Kak Lenny yang telah membuat postingan serupa dan memberanikan saya untuk membuat tulisan yang sama sebagai sesama traveler dengan nasib yang sama.

4. Maafkan tulisan tak penting ini. Membahas susah poop saja sampai 1000 kata (tidak percaya, hitung sendiri)

  • Share:

You Might Also Like

9 comments

  1. Mungkin gara2 itu pula kebanyakan diem stay cool ya koh

    BalasHapus
    Balasan
    1. diem tidak selamanya emas, tapi nahan poop hahaha

      Hapus
  2. semenjak travelling harus bisa ngebom dimana aja termasuk meditasi (memusatkan pikiran) gua harus bisa ngebom kapan. ini penting banget sih...
    dan dapat ilmu dari seorang emak2 yang bisa ngebom dimana aja dengan modal kan bali, sekop plastik dan tisu basah.

    pengalaman paling buruk sih datang ke negara yang punya keykinan bahwa flush wc itu akan buang rejeki. jadi kebayang hampir semua wc umum ada lele ngambang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ajarin meditasi untuk ngebom donk kak D. Ga kebayang kalo harus pup trus udah ada lele ngambang T_T

      Hapus
  3. wkwkwk kak leo aku senang bisa jadi inspirasimu LOL sepertinya ini harus ad postingan lanjut kenapa "kelainan" macam ini bisa terjadi hahah tapi aku emang ga rutin poop tiap hari kak leo jadinya dalam satu trip bs poop sekali aja udah bagus banget :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha ayo kita cari ada apa dengan kelainan ini

      Hapus
  4. nah ini masalah yang saya alami, terutama karena saya gampang banget masuk angin. jadi perut sering mules.

    mana gak ada yang senyaman kamar mandi di rumah, hehe.

    BalasHapus
  5. Babang kalo traveling sebisa mungkin pup di hotel pagi-pagi biar gak antri plus lanjar jaya. kadang pup di luar atau mall kadang pake tisu doang, gak ada air buat cebox 😂

    BalasHapus