IBIS BUDGET ASIA AFRIKA, AKHIRNYA MENGINJAK ALUN-ALUN BANDUNG

By Ang Leonard Anthony - 13.12

Sejak diresmikan tahun 2013, keberadaan alun-alun dengan rumput sintetisnya cukup menarik minat saya untuk berkunjung. Terlebih lagi banyak foto-foto indah dari menara masjid. Menampilkan rumput sintetis tak ubahnya potongan kue bolu pandan dengan para pengunjung layaknya semut yang menari ria di atas manisnya kue bolu. Namun apa daya, setiap kali ke Bandung saya memang selalu menghindari area tengah kota. Saya lebih memilih menepi mencari udara sejuk. Alhasil kerap kali destinasi alun-alun Kota Bandung saya singkirkan.
Ibis Budget Asia Afrika

Libur Agustusan kemarin terbilang terjepit. Tempat wisata pasti penuh meluber, namun 4 hari mendekam tak terbayang betapa "garing"nya saya di rumah. Akhirnya destinasi yang lama saya singkirkan itu saya jadwalkan kembali. Mengingat lokasi wisata pasti penuh, tak apalah saya main di tengah kota asalkan bisa tinggal di hotel yang dekat dengan alun-alun dan bisa jalan kaki tanpa harus bermacet-macetan. Tak disangka ternyata 7 orang teman saya mengalami ke"garing"an yang sama dengan saya. PR lagi bagi saya untuk mencari hotel yang ramah kantong untuk kami bertujuh.
Lobby penuh warna
Sebelumnya saya sudah pernah menginap di Ibis Budget Tanah Abang sehingga begitu google maps menampilkan nama Ibis Budget Asia Afrika, tak perlu mencari lebih jauh lagi saya langsung memutuskan untuk menginap di hotel yang ada dalam jaringan Accor Group. Beruntungnya pula saya masih bisa memesan 3 kamar sekaligus meskipun terbilang dalam masa liburan.
Resepsionis
LOBBY
Tak seperti hotel budget yang mengesampingkan estetika lobby, Ibis Budget Asia Afrika justru menata lobbynya dengan cukup nyaman dan menarik. Lantainya terbagi 2 antara karpet dan parket. Di dekat pintu masuk disediakan sofa yang cukup banyak untuk menunggu check-in atau kendaraan ataupun untuk menerima tamu. Dibatasi partisi yang cukup unik, berbahan besi dan bambu yang disusun menyerupai angklung raksasa, di area dalam adalah area yang digunakan untuk sarapan pagi. Jika saat siang atau malam para tamu membawa makanan dari luar juga bisa menggunakan area ini sebagai ruang makan. Di sini disediakan pula vending machine minuman (soda, air mineral, juice kemasan, susu dan kopi panas). Selain tentunya meja resepsionis, di sisi kanan juga terdapat internet corner untuk tamu hotel.
Ruang tunggu
Ruang makan yang dibatasi partisi angklung
Banyak sofa untuk kenyamanan tamu
Internet corner
ROOM
Ibis Budget Asia Afrika memiliki kamar untuk 2 hingga 3 orang, pas untuk saya yang berjumlah ganjil sehingga saya memesan 1 kamar dengan bunkbed sehingga bisa ditempati 3 orang. Sebenarnya kasur bunkbed ini lebih dikhususkan untuk anak-anak, tapi untuk wanita berbadan langsing sepertinya masih bisa di kasur ini. Akhirnya teman wanita saya yang menawarkan diri untuk menempati kasur bunkbed. Karena jika saya, atau salah satu dari teman-teman saya yang notabene badannya sintal nan mantep alias makan tempat, meskipun kasurnya kuat tapi saya yakin tak ada yang mau tidur di bawahnya :p.
Seperti kamar budget hotel, memang tak banyak aksesoris pelengkap di kamar namun cukup memadai untuk kenyamanan tamu hotel. Wastafel dan meja kecil diletakan saling memunggungi. Lengkap dengan kursi kecil yang juga bisa digunakan sebagai bedside table. Area shower dan toilet dibuat terpisah dengan area toilet yang dibuat lebih tertutup.
 
Nyaman untuk beristirahat
Pemanfaatan ruang dengan efisien
Kamar tipe bunkbed doc. accorhotels
Untuk hotel yang berada di tengah kota, menurut saya Ibis Budget Asia Afrika adalah pilihan terbaik. Dari segi harga, berkisar antara 300-400 ribuan, sudah termasuk dengan sarapan pagi buffett. Dengan harga terjangkau bahkan ada kamar yang bisa ditempati 3 orang. Di kamar sudah lengkap dengan sabun, shampoo, handuk dan 2 air mineral. 
Secara letak, Ibis Budget Asia Afrika sangat dekat dengan jalan Braga, Bandung City Hall, Bandung Indah Plaza, BEC Mall, Gereja Katedral dan yang pasti adalah pusat keramaian di Alun-alun Bandung lengkap dengan segala macam jajanan dan street performance di sepanjang jalan menuju Alun-alun Bandung. Akhirnya saya bisa menjejakkan kaki saya di rumput sintetis Alun-alun Bandung, dan memang benar kabar yang beredar....rumputnya agak lembab dan berbau tak sedap hehehe.
 
Alun-alun Bandung
Catatan C4ME :
1. Selain vending machine minuman, ada mini market yang menjual camilan serta keperluan mandi.
2. Bagi yang membawa kendaraan roda 4 dan kurang mahir untuk urusan parkir, Ibis Budget menyediakan jasa valet gratis untuk tamu hotel
Hotel budget berkualitas

IBIS BUDGET ASIA AFRIKA

  • Share:

You Might Also Like

10 comments

  1. Desain kasurnya unik...tak seperti biasanya yang melebar.

    Perlu di coba nich.badan saya kan kan langsing jadi tak masalah jika tidur di tempat tidur yang kecil itu.hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di bunkbednya bisa sprtnya mba, kl ga salah maksimal 60-70 kg

      Hapus
  2. Hotel yang strategis kalo mau explore Kota Bandung.

    BalasHapus
  3. Wah lumayan nih lokasinya. Walking distance ya ke Braga & alun-alun. Daripada macet-macetan di Mobil pula. Sayaa seumur2 ke Bandung juga baru sekali nginjek alun-alun :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba, tinggal jalan kaki, pagi2 masih seger hehe

      Hapus
  4. Iya, koh. Desain interior lobinya cakep! Lebih disebut boutique hotel ya karena penataannya. Dan somehow, gue suka banget sama pemanfaatan ruang minimalis kayak gitu, lengkap dengan bunkbed. Unik!

    BalasHapus
  5. Seneng deh ngeliat warna kamar nya, nyaman banget mata jadinya. Harga segitu di daerah Bandung murah kan ya kategorinya, dicatet akh buat nanti main ke Bandung, hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Murah mas, apalagi ada di tengah kota hehe

      Hapus