POTENSI WISATA MANGROVE DI TANJUNG BATU

By Ang Leonard Anthony - 13.04

Matahari sudah hampir tiba di pembaringannya ketika kami berhamburan dari kendaraan yang mengangkut kami, teman-teman blogger dan media. Jalan aspal yang baru saja kami lalui menemui ujungnya yang langsung berbatasan dengan laut. Hanya ada tangga kayu kecil untuk membantu turun dan naik perahu. Sementara di sisi kanan dan kiri jalan beraspal, tertata rapi jembatan kayu yang menembus masuk ke dalam hutan mangrove.
Hutan Mangrove Tanjung Batu

Kedatangan kami kali ini memang bukan sekadar "jalan-jalan". Kami, memenuhi undangan dari Java Learning Center (Javlec) bermaksud untuk membantu memromosikan Kampung Tanjung Batu dengan potensi wisata hutan mangrovenya. Selama ini Kampung Tanjung Batu hanya dilewati begitu saja oleh para pelancong yang hendak bertolak ke Derawan atau Maratua, padahal di Tanjung Batu sendiri memiliki potensi wisata berupa hutan mangrove yang sangat luar biasa.
Mangrove muda
Hutan mangrove di Kampung Tanjung Batu memiliki luasan wilayah sekitar 3.7 hektar yang terbagi menjadi 2 track. Track pertama, tak begitu panjang, yang akan mengantar kita ke arah Pusat Informasi Mangrove. Saat ini bangunan yang mengusung tema rumah panggung sudah berdiri. Nantinya, bangunan inilah yang akan berfungsi sebagai Pusat Informasi Mangrove. Akan ada ruang pamer pajang dan ruang informasi tentang mangrove yang ada di hutan mangrove Kampung Tanjung Batu. Setidaknya ada 42 jenis mangrove yang tumbuh di sini dan ada yang sudah berusia ratusan tahun. Nantinya di sini juga akan berdiri rumah adat dan kedai makan serta minuman. Sementara track kedua, dengan panjang 1.2 kilometer, lebih disebut sebagai jogging track.
Jalan lebar dan nyaman
Dari awal saya langsung dibuat kagum dengan kondisi jogging track. Tanpa ada tangga, hanya menggunakan ramp dan tracknya pun dibuat lebar. Karena apa? Pengelola menginginkan track mangrove ini juga mudah diakses oleh saudara-saudara kita yang difabel. Track ini diklaim sangat aman untuk dilintasi oleh kursi roda. Lebarnya pun telah diantisipasi agar saat ada 2 kursi roda bertemu dari arah berlawanan masih tetap bisa melintas dengan leluasa.
Beberapa kali saya mengunjungi mangrove di beberapa lokasi, saya bisa berkata bahwa hutan mangrove Tanjung Batu adalah yang terbaik yang pernah saya kunjungi. Jika di lokasi lain, yang saya rasakan adalah kondisi hutan mangrove yang sudah tak alami lagi. Terlalu banyak pembangunan ini dan itu yang justru malah menelan ke"alami"annya. Berbeda dengan di Tanjung Batu yang masih sangat terjaga. Saya sempat terpisah dari rombongan karena terlalu asyik mengambil gambar, namun justru saya bisa merasakan betapa tenangnya hutan mangrove ini. Suara-suara hewan yang menghuni hutan mangrove masih terdengar jelas. Suara gesek dedauan dan riak air yang memecah di batang-batang mangrove masih mengalun indah. Rimbunnya pohon-pohon mangrove pun mampu membuat suasana di sepanjang track menjadi teduh. 
Menyatu dengan alam
Pemandangan ke laut lepas
Menikmati sunset

Selain melintas di tengah hutan mangrove, beberapa ruas track ini juga dibuat mengelilingi sisi luar hutan mangrove. Terdapat 2 buah gazebo sebagai tempat berisitirahat sekaligus untuk menikmati pemandangan ke arah laut lepas. Jika langit cerah, kita juga bisa menikmati matahari terbenam dari sisi terluar track. Di salah satu sisi bahkan dibuat anjungan yang menjorok ke tengah laut dengan menara pandang di ujung anjungannya. Pembangunan gazebo dan menara sepertinya memang sengaja ditempatkan sedikit menjorok ke laut agar tidak mengorbankan pohon mangrove yang ada.
Gazebo untuk menikmati sunset
Menara pandang
Dari atas menara
Saya sangat merekomendasikan kepada para pelancong yang menuju atau pulang dari Derawan atau Maratua, sempatkan untuk berkunjung ke hutan mangrove Tanjung Batu. Potensi ekowisata baru di Kampung Tanjung Batu yang dikelola secara bersama-sama oleh Javlec, pejabat dan masyarakat setempat. Di sini tak hanya sekadar berwisata, tapi kita juga bisa sambil berolahraga, menambah ilmu dan membantu perekonomian penduduk setempat.

Jalan-Jalan Jeprat-Jepret

  • Share:

You Might Also Like

16 comments

  1. Suka dgn wisata Mangrove. Kebayang di dalam air ada banyak mahluk hidup berkembang biak. Semoga selalu lestari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Katanya sih ada buaya dan ular, tapi kami kurang beruntung, ga ketemu

      Hapus
  2. Terima kasih gan, keren artikelnya gan, kunjungin juga ya gan punya saya di :
    - Forum
    - Movie
    - Cerita
    - Movie

    BalasHapus
  3. Seneng ada wisata beginian. Lagi banyak digalakkan termasuk di Situbondo. Memanfaatkan alam tanpa merusak itu keren...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, yg penting jangan sampe merusak alam

      Hapus
  4. Seru banget yaa kalo bisa jogging disini, bisa tambah rileks ditemani suasana sejuk dan suara riak air yang bikin tenang :)

    Cheers,
    Dee - heydeerahma.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, jangan lupa pake lotion anti nyamuk kak hehehe

      Hapus
  5. Kampung Tanjung Batu tuh masuk Kabupaten mana kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Membantu membalaskan kak, ini di Kabupaten Berau Provinsi kalimantan Timur kak.

      Hapus
  6. Jogging tracknya keren, dibuat dari papan kayu.
    Beberapakali ke hutan mangrove aku nemuin tracknya terbuat dari susunan bambu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain itu jogging tracknya juga ramah lingkungan untuk penyandang difabel juga bisa menggunakan kursi roda kak.

      Hapus